NGAWI - Proses pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ngawi mulai direalisasikan setelah penetapan pemenang tender pekerjaan. Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, memastikan kecukupan tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat telah disepakati bersama pemerintah pusat dan akan dipenuhi oleh pemerintah daerah serta pemerintah provinsi.
Pemerintah Kabupaten Ngawi telah menghibahkan lahan seluas delapan hektar yang berlokasi di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, kepada pemerintah pusat sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.
Bupati Ony Anwar Harsono mengatakan, Sekolah Rakyat di Ngawi nantinya akan memiliki area yang cukup luas dan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan yang dibangun langsung oleh kementerian terkait.
“Lokasi Sekolah Rakyat di Ngawi ini cukup luas. Untuk sarana dan prasarana pendidikan sepenuhnya dimungkinkan ditangani oleh pemerintah pusat,” ujar Ony Anwar Harsono.
Baca Juga : Jatim Jadi Barometer Nasional, Program Sekolah Rakyat Sukses Putus Rantai Kemiskinan
Sementara itu, untuk kebutuhan tenaga pendidik, Pemerintah Kabupaten Ngawi akan bertanggung jawab pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pemenuhan guru pada dua jenjang tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan setempat, termasuk pembiayaan gaji yang akan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Untuk guru jenjang SD dan SMP akan dipenuhi oleh pemerintah daerah, termasuk pembiayaan gajinya melalui APBD,” jelas Ony.
Adapun untuk kebutuhan tenaga pendidik jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), Ony menyebut pemenuhannya dimungkinkan berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mengingat kewenangan pengelolaan pendidikan tingkat SMA berada di pemerintah provinsi.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Yakin Sekolah Rakyat Mampu Memutus Mata Rantai Kemiskinan
“Sedangkan untuk jenjang SMA, pemenuhan tenaga pendidiknya kemungkinan dari pemerintah provinsi, sesuai kewenangan yang ada saat ini,” tambahnya.
Diketahui, sumber anggaran pembangunan Sekolah Rakyat sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat. Sekolah Rakyat di Ngawi masuk dalam wilayah Jatim Dua, bersama Kabupaten Nganjuk, Madiun, Pacitan, dan Ngawi.
Nantinya, Sekolah Rakyat di Kabupaten Ngawi ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 peserta didik dari keluarga kurang mampu yang masuk dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Editor : JTV Madiun



















