NGAWI - Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, Kementerian Agama Kabupaten Ngawi mulai mengumpulkan koper jemaah calon haji (JCH) kloter 22 dan 23 di Gedung Kesenian Pemkab Ngawi. Menariknya, meski sudah diberi penanda resmi berupa pita sesuai sarikah atau rombongan, banyak jemaah tetap menambahkan tanda unik di koper mereka, mulai dari boneka, bola hingga cangkir.
Selain menjadi pembeda agar koper tidak tertukar saat di Tanah Suci, penanda unik itu juga memudahkan jemaah mengenali barang bawaan mereka di tengah ribuan koper jamaah lain. Namun petugas mengingatkan, apabila penanda tambahan dinilai mengganggu penataan bagasi, maka dapat dilepas saat pemeriksaan di bandara.
Kepala Kemenhaj Ngawi, Masun Azali Amrullah, menjelaskan seluruh koper lebih dulu ditimbang sesuai ketentuan dengan batas maksimal 32,5 kilogram. Selain itu, jemaah juga diingatkan mematuhi aturan barang bawaan, termasuk pembatasan membawa rokok maksimal 200 batang.
Sesuai jadwal, ratusan koper jemaah Ngawi akan lebih dulu dikirim ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada Minggu pagi. Sementara keberangkatan jemaah calon haji dijadwalkan pada 27 April dini hari dari Pendopo Wedya Graha Pemkab Ngawi dan akan dilepas langsung oleh Bupati Ngawi.
Fenomena penanda unik di koper ini menjadi warna tersendiri dalam persiapan haji tahun ini, sekaligus menunjukkan ikhtiar para jemaah agar perjalanan ibadah mereka lebih tertib dan nyaman. #Ngawi #JCHNgawi #Haji2026 #KoperHaji #BeritaJTV
Editor : JTV Madiun



















