SURABAYA - Program Blusukan Padhange Ati Ramadhan kembali tayang di JTV pada Selasa (03/03/26). Episode kali ini digelar di Twin Tower UPN Veteran Jawa Timur. Dalam tausiah bertema Perbuatan yang Membinasakan Manusia, KH Imam Chambali mengingatkan jamaah agar mewaspadai tiga sikap yang dapat menghancurkan kehidupan dunia dan akhirat.
Acara diawali dengan pembacaan Surah Al-Mukminun ayat 41. Dari ayat tersebut, KH Imam Chambali menegaskan bahwa kehancuran tidak selalu datang lewat bencana besar, tetapi sering berawal dari kebiasaan buruk dan penyakit hati yang dianggap sepele.
Perbuatan pertama yang membinasakan adalah sifat pelit atau kikir yang terus dipelihara. Menurutnya, orang yang kikir sebenarnya sedang menyiksa dirinya sendiri.
"Sifat pelit itu kelihatannya kecil, tapi kalau diikuti terus itu yang membinasakan. Orang pelit itu tersiksa oleh hartanya sendiri. Hartanya banyak, tapi hatinya sempit. Tidak bisa tenang, tidak bisa bahagia," ujar KH Imam Chambali.
Baca Juga : Konsep Waterfront Integrasikan Pariwisata, Budidaya dan Konservasi di Pesisir Surabaya
Perbuatan kedua adalah menuruti hawa nafsu tanpa kendali. Ia menegaskan bahwa manusia yang hidup hanya mengikuti keinginan akan kehilangan arah dan sulit merasa cukup.
"Hawa nafsu itu kalau dituruti tidak ada habisnya. Hari ini ingin ini, besok ingin lagi. Akhirnya hidupnya dikendalikan oleh keinginan, bukan oleh iman. Yang baik saja kalau berlebihan bisa jadi jelek, apalagi yang jelas-jelas dilarang>" tegasnya.
Sementara perbuatan ketiga adalah ujub atau merasa bangga diri. Penyakit hati ini sering tidak disadari karena tersembunyi di dalam hati seseorang.
Baca Juga : Asal Surabaya 5 Artis yang Berhasil Menaklukkan Dunia Hiburan Indonesia
"Ujub itu merasa paling benar, paling ibadah, paling suci. Itu yang berbahaya, karena orang sering tidak sadar sedang ujub. Kalau sudah merasa paling baik, biasanya sulit menerima nasihat," jelasnya.
Di akhir tausiah, KH Imam Chambali mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan pergaulan dan membiasakan diri dengan hal-hal baik agar tidak mudah terjerumus dalam dosa. Ia mengajak jamaah memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum membersihkan hati dari sifat pelit, hawa nafsu yang berlebihan, serta penyakit ujub yang bisa menghapus pahala kebaikan. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe

















