PAMEKASAN - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pamekasan dalam beberapa bulan terakhir meninggalkan dampak yang berat bagi warga Dusun Kotalon, Desa Jarin, Kecamatan Pademawu. Lebih dari 600 warga di tempat ini harus berjibaku menghadapi krisis air bersih setelah sumur dan sumber air utama warga mengering.
Kondisi yang diperkiran berlangsung 3 bulan terakhir ini membuat aktivitas harian warga lumpuh. Mereka kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan mendasar seperti memasak, mandi, hingga mencuci.
Secercah harapan akhirnya hadir melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Pamekasan yang menyalurkan bantuan air bersih langsung ke pemukiman warga. Kehadiran armada air bersih TMMD langsung disambut antusiasme warga. Sejak truk tangki tiba, warga Dusun Kotalon berbondong-bondong mengantre sambil membawa berbagai wadah penampung seperti jerigen dan ember.
Abd Rahman, salah seorang warga Dusun Kotalon mengungkapkan, sebelum bantuan datang, bagi warga yang memiliki kemampuan finansial, mereka terpaksa merogoh kocek hingga Rp180 ribu per tangki untuk membeli air bersih demi mencukupi kebutuhan keluarga. Sementara bagi warga yang tidak memiliki biaya, mereka harus rela berjalan kaki sejauh lebih dari 2 kilometer menyusuri jalanan terik menuju sumber air tersisa sambil membawa jerigen.
"Kami sangat bersyukur dan senang pak atas bantuan air bersih gratis dari TNI yang datang ini. Terimakasih kepada TNI telah membantu, karena air bersih di tempat ini memang sangat dibutuhkan," ujar Abd Rahman, Selasa (27/10/2026)
Serda Syarif Hidayatullah, anggota Satgas TMMD Ke-130 Pamekasan, menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih ke Dusun Kotalon ini sudah memasuki tahap ketiga kalinya. Ia melihat sendiri betapa tingginya antusiasme masyarakat yang sangat membutuhkan pasokan air bersih di tengah musibah kekeringan ini.
"Kehadiran Satgas TMMD Ke-130 Pamekasan ini tidak hanya mengurangi beban ekonomi warga, tetapi juga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya di Desa Jarin," tutupnya. (Abdurrahman Fauzi/MH).
Editor : JTV Madura























