LUMAJANG - 
Akibat masuk dalam zona merah atau area berbahaya paparan erupsi gunung semeru, belasan warung kopi di sepanjang jalan perbukitan piket nol lumajang, dibongkar paksa. Para pedagang pun pasrah dengan keputusan tersebut. Mereka berharap bisa berjualan lagi di lokasi itu ketika aktivitas semeru kembali normal.
Satu persatu warung atau kedai kopi dan makanan di sepanjang jalur perbukitan piket nol, desa sumberwuluh, kecamatan candipuro lumajang, dibongkar oleh petugas gabungan dari satpol pp, balai besar jalan nasional kementerian p-u-p-r dan perum perhutani.
Pembongkaran warung ini dilakukan karena berdiri di sepadan aliran sungai besuk kobokan, yang kerap terpapar abu vulkanik saat terjadi erupsi maupun banjir lahar.
Sejumlah pemilik warung ada yang membantu membongkar sendiri lapak mereka, dengan menyelamatkan bekas bangunan yang masih bisa digunakan.
Meski dengan berat hati, namun pemilik warung mengaku pasrah dan mematuhi keputusan pemerintah. Pemilik warung berharap ketika kondisi semeru sudah stabil, mereka dapat berjualan kembali di area tersebut.
Sebagaimana diketahui, daerah aliran sungai besuk kobokan merupakan salah satu sungai yang dilanda banjir lahar maupun awan panas. Petugas dari pusat vulaknologi dan mitigasi bencana geologi atau p-v-m-b-g telah menghimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun pada jarak 500 meter, dari tepi sungai atau sepadan sungai sepanjang besuk koboan, karena berbahaya.
Sementara itu, petugas secara resmi telah menurunkan aktivitas gunung semeru dari level empat menjadi level tiga, siaga, sejak sabtu pagi tadi.
Editor : JTV Jember



















