NGANJUK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk bergerak cepat melakukan pembersihan rumpun bambu yang melintang di Sungai Kuncir Kiri. Langkah ini diambil sebagai respons atas longsornya rumpun bambu di Dusun Tempel, Desa Patran, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (1/5/2026).
Rumpun bambu yang menutup badan sungai tersebut dievakuasi melalui kolaborasi Tim URC Jogotirto dari PSDA Kuncir sebanyak 10 personel dan Perum Jasa Tirta I sebanyak 6 personel, dengan dibantu warga sekitar serta BPBD Kabupaten Nganjuk. Hujan lebat yang terjadi beberapa waktu lalu menyebabkan rumpun bambu roboh sehingga mengganggu aliran air di sepanjang Sungai Kuncir Kiri dan berpotensi menimbulkan banjir.
Melalui penanganan cepat ini, Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas PUPR menegaskan komitmennya dalam menjaga kelancaran aliran sungai sekaligus mengantisipasi bencana banjir. Upaya ini juga dilakukan agar infrastruktur sumber daya air tetap berfungsi secara maksimal.
Kepala UPTD PSDA Kuncir, Suyanto, menyampaikan bahwa Sungai Kuncir Kiri memiliki peranan penting bagi sektor pertanian. Ia menegaskan, apabila rumpun bambu tidak segera dibersihkan, terutama di bagian hulu, dapat menyebabkan luapan air di sepanjang aliran sungai. Bahkan, jika tersangkut di jembatan, berisiko merusak struktur jembatan.
Selain melakukan pembersihan, Tim URC Jogotirto Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk juga melakukan susur sungai untuk mengidentifikasi titik-titik yang memerlukan penanganan lebih lanjut guna meminimalkan potensi bencana. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai serta turut menjaga kelestarian lingkungan. (Amin Raharjo)
Editor : JTV Kediri



















