SURABAYA - Universitas Airlangga turut berpartisipasi dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah dengan mengadakan pemotongan dan pembagian hewan kurban di Masjid Nuruzzaman Kampus B UNAIR (17/6/2024). Seperti tahun-tahun sebelumnya, Airlangga Berqurban 2024 ini dikelola oleh pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) UNAIR dan segenap panitia (mahasiswa) dari hasil rekrutmen.
Pada kegiatan tahun ini, hewan kurban yang disembelih berjumlah 2 ekor sapi dan 14 ekor kambing. Seekor sapi berasal dari Universitas Airlangga sendiri, sedangkan sisanya didapatkan dari sumbangan warga sekitar dan civitas akademika UNAIR. Serangkaian acara dimulai dengan sholat Ied yang digelar di Masjid Nuruzzaman dilanjutkan dengan pemotongan hewan-hewan kurban.
“Untuk sistem acaranya sudah terstruktur dengan rapi dan ter-plotting dengan baik, jadi setiap divisi bahkan tiap panitia mendapatkan jobdesk nya secara jelas,” ungkap Arif Yahya, selaku Ketua Airlangga Berqurban 2024.
Ia juga menambahkan bahwa yang membedakan Airlangga Berquban tahun ini dengan tahun sebelumnya terkait sistem pembagian daging kurban. Tahun sebelumnya, masyarakat dapat langsung datang di tempat untuk mendapatkan daging sehingga menyebabkan area panitia menjadi tidak steril. Namun, tahun ini dibagi menggunakan sistem kupon yang dibagikan H-2 pemotongan kepada warga setempat.
Akan tetapi, terdapat kendala dan tantangan yang harus dihadapi Arif dkk saat pembagian daging kurban. Banyak masyarakat yang belum tahu bahwa sistem pembagian daging tahun ini menggunakan kupon yang dibagikan H-2 sebelum pemotongan. Akibatnya, beberapa warga yang datang tanpa kupon menjadi berebut dan memprotes panitia agar mendapatkan daging.
Mereka mengaku tidak diberikan informasi saat pembagian kupon berlangsung. Tidak hanya itu, saat proses pemotongan hewan kurban banyak orang tidak dikenal yang berpura-pura membantu agar mendapatkan suatu bagian.
Ke depannya, Arif berharap agar tata kelola pembagian daging kurban lebih terstruktur, pembagian tugas tiap panitia dapat lebih diperjelas dan menggunakan identitas (id card) agar dapat membedakan mana yang benar panitia dan yang hanya pura-pura. Selain itu, ia juga berharap agar kuantitas hewan kurban tahun selanjutnya dapat bertambah dan berjalan lebih sistematis sesuai rencana, serta penyaluran daging kurban terlaksana dengan baik. (Marsanda Lintang)
Editor : Iwan Iwe