SURABAYA - Sedikitnya ada 655 ribu 277 kepala keluarga dari 900 desa dan kelurahan yang ada 27 kabupaten kota di Jatim terdampak kekeringan tahun ini dan daerah yang terdampak kering kritis saat ini ada di empat kabupaten kota yakni Bojonegoro, Lamongan, Trenggalek dan kabupaten Sampang Madura.
Puncak kekeringan di Jawa Timur terjadi di bulan agustus hingga September nanti. Masyarakat hendaknya selalu waspada dengan menyiapkan penampungan air. Saat ini sudah 27 kabupaten kota di Jatim yang sudah mengeluarkan surat kedaruratan baik itu siaga darurat maupun tanggap darurat.
Saat tanggap darurat kekeringan sudah ada di dua kabupaten kota Blitar dan Jombang sedangkan untuk daerah lainya masih siaga darurat kekeringan.
Menurut Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto dampak panas ini yang perlu di waspadai adalah kebakaran hutan dan lahan. Beberapa daerah yang sudah mengalai kebakaran hutan adalah Ponorogo, Situbondo, Bromo dan Batu semua sudah bisa di kendalikan. Saat ini kementrian terkait BNPB juga sudah siap siaga membantu dengan menyiapkan waterboming bila terjadi kebakaran serta modifikasi cuaca.
Baca Juga : Dilanda Kekeringan, Warga Pamekasan Serbu Bantuan Air Bersih dari AJP
Tahun ini sedikitnya ada 900 lebih desa dan kelurahan yang terdampak kekeringan di Jatim dari jumlah tersebut sedikitnya ada 655 ribu 277 kelapa keluarga yang terdampak kekeringan.
Sementara itu ketua komisi D DPRD Jatim dr. Agung Mulyono meminta OPD terkait untuk melakukan langkah langkah mitigasi untuk mengatasi kekeringan agar tidak berdampak besar kepada masyarakat. Kondisi ini merupakan siklus tahunan yang seharusnya sudah bisa di antisipasi oleh dinas terkait untuk mengatasi kekeringan di Jatim yang bisa berdampak kepada kebutuhan pangan di Jawa Timur.
Saat ini BPBD kabupaten kota sudah melakukan droping air bersih dengan mengunakan anggaran sendiri, namun bila kabupaten kota memerlukan batuan BPBD provinsi sudah siap melakukan droping air bersih.
Editor : Ferry Maulina