SURABAYA - Ramadan di Surabaya selalu menghadirkan pemandangan yang khas. Menjelang sore, jalanan mulai dipenuhi warga yang berburu takjil, pusat kuliner mendadak padat, dan antrean panjang terlihat di berbagai rumah makan legendaris.
Momen buka puasa bersama (bukber) kini bukan sekadar makan bareng, melainkan ajang reuni dan silaturahmi. Berikut adalah sepuluh tempat berbuka puasa di Surabaya yang paling banyak dikunjungi warga selama Ramadan:
1. Sentra Wisata Kuliner (SWK) Bratang Binangun
Berlokasi di Jl. Raya Manyar No. 80A, kawasan ini dikenal sebagai pusat takjil murah meriah. Mulai pukul 16.30 WIB, pedagang mulai dipadati mahasiswa hingga pekerja kantoran. Menu seperti sate ayam, lontong balap, hingga es buah dibanderol dengan harga Rp10.000–Rp25.000 saja.
Baca Juga : Makna Biqolbin Salim, KH Imam Hambali Ingatkan Bahaya Iri dan Dengki dalam Kehidupan
2. Aiola Eatery Slamet
Terletak di Jl. Slamet No. 16, Genteng, Aiola menjadi favorit anak muda. Konsep interior modern dan suasana yang estetik menjadikannya tempat ideal untuk berbuka sambil berswafoto. Menu rice bowl, pasta, hingga mocktail ditawarkan dengan kisaran harga Rp25.000–Rp50.000.
3. Warung Leko Manyar
Baca Juga : KH Imam Chambali: Perbedaan Golongan Bukan Alasan untuk Saling Menyalahkan
Bagi pencinta iga penyet, Warung Leko di Jl. Manyar Kertoarjo V No. 9 adalah tujuan utamanya. Dengan harga Rp50.000–Rp75.000 per porsi, pengunjung dapat menikmati daging yang empuk dan sambal khas. Tempatnya yang bersih sangat cocok untuk agenda bukber keluarga besar.
4. Rawon Setan Embong Malang
Rumah makan legendaris di Jl. Embong Malang No. 78/I ini selalu menjadi magnet pecinta kuliner tradisional. Rawon berkuah hitam pekat dengan potongan daging besar dihargai sekitar Rp50.000 per porsi. Meski antrean sering kali mengular, perputaran pengunjung yang cepat membuat tempat ini tetap jadi primadona.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Jangan Kendurkan Semangat Ibadah di Pertengahan Ramadan
5. Depot Bu Rudy Dharmahusada
Berlokasi di Jl. Dharmahusada No. 144, tempat ini menjadi pilihan bagi yang menginginkan menu praktis. Nasi udang empal dan sambal bawang andalannya dijual mulai Rp25.000–Rp50.000. Pelayanan yang cepat sangat membantu pekerja yang ingin berbuka segera setelah pulang kantor.
6. Gubug Makan Mang Engking Yani Golf
Baca Juga : KH Imam Chambali di Gresik: Menjaga Lisan dan Hati sebagai Kunci Mencegah Kerusakan
Restoran di Jl. Golf 1 Surabaya ini menawarkan konsep saung di atas kolam yang menenangkan. Dengan kisaran harga Rp50.000–Rp100.000, menu seafood dan ayam bakarnya menjadi favorit komunitas atau acara kantor yang membutuhkan kapasitas tempat luas.
7. Cocari Indragiri
Restoran all you can eat di Jl. Indragiri No. 20 ini merupakan favorit pasangan dan komunitas kecil. Dengan paket Rp150.000–Rp175.000, pengunjung bisa menikmati pengalaman memasak BBQ dan shabu-shabu sendiri di meja makan sebagai momen berbuka yang interaktif.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Ujian Hidup Bukan Hanya Saat Susah, Justru Seringkali Saat Senang
8. Kahyangan Resto Lakarsantri
Terletak di Puri Widya Kencana, resto ini menawarkan suasana alami pedesaan. Menu Nusantara seperti gurame bakar dan tumis sayur dibanderol Rp40.000–Rp70.000. Kapasitasnya yang besar menjadikannya lokasi andalan untuk acara buka bersama instansi atau keluarga besar.
9. Sentra Wisata Kuliner (SWK) Karah
Bagi warga Surabaya Selatan, SWK Karah di Jl. Karah Agung adalah alternatif berbuka paling hemat. Dengan harga Rp10.000–Rp25.000, pengunjung sudah bisa menikmati lalapan, mi goreng, hingga es degan dalam suasana yang hangat dan merakyat.
10. Yaman Kuliner Ampel
Berlokasi di Jl. KH Mas Mansyur No. 92, tempat ini menawarkan nuansa Timur Tengah yang kental. Menu nasi kebuli, kambing, dan roti maryam dijual seharga Rp40.000–Rp80.000. Lokasinya di kawasan religi Ampel memberikan pengalaman berbuka yang berbeda dan unik.
Keberagaman tempat berbuka di Surabaya menunjukkan kuatnya tradisi kuliner di Kota Pahlawan. Mengingat tingginya antusiasme warga, sangat disarankan untuk datang lebih awal atau melakukan reservasi terlebih dahulu agar momen berbuka tetap nyaman. (Sani Akbar)
Editor : Iwan Iwe



















