Mata yang sehat berperan besar dalam menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, hingga menikmati hiburan. Salah satu bagian penting mata adalah kornea, yaitu lapisan bening di bagian depan mata yang berfungsi melindungi mata sekaligus membantu memfokuskan cahaya. Pada kondisi tertentu, kornea dapat mengalami gangguan, seperti abrasi dan erosi kornea.
Apa Itu Abrasi Kornea?
Abrasi kornea adalah goresan atau lecet pada permukaan kornea mata, terjadi akibat gangguan atau kehilangan sel pada lapisan teratas kornea, yang disebut epitel kornea. Sebagian besar kasus disebabkan oleh trauma ringan yang tidak disengaja, seperti jari yang menusuk, kuku, dahan pohon, kertas, kuas makeup, puing-puing di tempat kerja, peralatan olahraga, semprotan bahan kimia seperti deterjen, dan sebagainya. Beberapa penyebab lain dari abrasi kornea adalah menggosok mata, dan mata yang sangat kering. Abrasi kornea dapat mengakibatkan ketidaknyamanan yang signifikan, silau (fotofobia), dan kemerahan.
Lensa kontak yang rusak, terpasang tidak benar, kering, atau penggunaan lensa kontak dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko kornea tergores. Abrasi pada kornea akibat lensa kontak biasanya terjadi saat lensa dilepas atau robek akibat penggunaan berlebihan dan kondisi mata yang sangat kering. Penggunaan lensa kontak semalaman dan dalam waktu lama dapat memicu lecet kornea dan infeksi, terutama oleh Pseudomonas aeruginosa, yang dapat menyebabkan keratitis parah dan kondisi mata lain yang mengancam penglihatan jika tidak di diagnosis dan diobati dengan tepat.
Baca Juga : Kebutaan yang Dapat Dihindari atau Avoidable Blindness
Abrasi kornea dapat terjadi secara spontan dan berulang tanpa tanda-tanda trauma. Jenis lesi kornea ini, yang dikenal sebagai erosi kornea, lebih sering terjadi pada pasien dengan distrofi kornea, kondisi sistemik tertentu yang memicu penyakit mata kering, dan riwayat abrasi kornea sebelumnya. Pasien biasanya mengeluhkan nyeri tajam pada satu mata (unilateral) yang akut saat bangun tidur. Erosi kornea dipicu oleh kondisi yang melemahkan atau melonggarkan kekuatan adhesi (perlekatan) lapisan epitel dari lapisan kornea di bawahnya. Faktor risiko dalam insiden lecet kornea yang terkait dengan pekerjaan meliputi riwayat trauma (misalnya, luka bakar kimia, benda asing, trauma tumpul, paparan radiasi), pekerjaan di bidang manufaktur atau konstruksi, perlindungan mata yang buruk atau bahkan tidak ada, dan penggunaan lensa kontak.
Gejala Abrasi Kornea
• Nyeri
• Sensasi benda asing
• Mengedip berlebihan
• Produksi air mata berlebihan, mata berair, air mata berlebihan
• Fotofobia, sensitivitas terhadap cahaya
• Mata merah
• Penurunan ketajaman penglihatan
• Riwayat trauma
Penyebab Abrasi Kornea
• Cedera
• Luka tusuk jari atau goresan kuku
• Kosmetik
• Dahan pohon atau tanaman
• Benda asing kecil dan kotoran
• Lensa kontak keras atau lunak
• Semprotan bahan kimia atau deterjen
• Menggosok mata secara agresif
• Luka bakar radiasi
• Trikiasis (bulu mata yang tumbuh ke arah bola mata secara tidak normal, sehingga menyentuh kornea atau konjungtiva)
Pencegahan Abrasi Kornea
• Gunakan alat pelindung mata (kacamata pelindung, kacamata, pelindung wajah, helm, dll)
• Hindari menggosok mata secara berlebihan
• Jaga kebersihan dan cuci area sekitar mata dan kelopak mata, terutama jika ada debu atau kotoran
• Hindari penggunaan lensa kontak
• Gunakan, bersihkan, dan pasang lensa kontak dengan benar
• Gunakan tetes mata pelembab untuk mata kering
Mengapa Abrasi Kornea dan Erosi Kornea Sangat Sakit?
Kornea memiliki banyak sel saraf. Sel-sel yang disebut reseptor nyeri mengirimkan sinyal nyeri untuk memberitahu kita tentang kemungkinan kerusakan pada permukaan mata. Faktanya, jumlah reseptor nyeri di kornea kita ratusan kali lebih banyak daripada di kulit kita.
Diagnosis Abrasi Kornea
Dokter mata akan mengoleskan pewarna bernama fluorescein pada permukaan mata Anda. Kemudian, kornea Anda akan diperiksa menggunakan alat bernama slit lamp. Pewarna fluorescein tersebut akan menempel pada luka atau goresan di kornea.
Dokter mata akan merawat mata Anda berdasarkan hasil pemeriksaan. Berikut adalah beberapa opsi :
• Anda mungkin perlu memakai penutup mata di mata yang terluka. Ini untuk mencegah Anda berkedip dan memperburuk abrasi kornea.
• Anda dapat menggunakan tetes pelembap mata atau salep. Ini akan membentuk lapisan pelindung di atas kornea.
• Dokter mata mungkin meresepkan tetes mata atau salep antibiotik untuk mencegah infeksi mata.
• Anda mungkin diberikan tetes mata khusus untuk melebarkan pupil (manik mata) Anda. Hal ini dapat membantu meredakan nyeri.
• Jika abrasi kornea Anda kecil, kemungkinan akan sembuh dalam 1–2 hari. Abrasi kornea yang lebih besar mungkin membutuhkan waktu sekitar seminggu atau lebih untuk sembuh. Apa Itu Erosi Kornea?
Erosi kornea terjadi ketika lapisan sel di permukaan kornea, yang disebut epitel, terlepas dari lapisan di bawahnya. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan membuat penglihatan menjadi kabur atau buram.
Nyeri akibat erosi kornea dapat muncul secara tiba-tiba, seringkali saat Anda baru bangun di pagi hari. Mata Anda menjadi kering saat tidur, dan kelopak mata mungkin menempel pada kornea. Jika epitel tidak menempel dengan kuat, membuka kelopak mata dapat mengelupas epitel tersebut.
Siapa yang Berisiko Mengalami Erosi Kornea?
Anda lebih berisiko mengalami erosi kornea jika:
• memiliki mata yang sangat kering
• kelopak mata yang tidak menutup sepenuhnya saat tidur
• pernah mengalami abrasi kornea atau cedera pada kornea
• menderita penyakit kornea (seperti distrofi kornea)
• menggunakan lensa kontak yang tidak dipasang dengan benar
• menggunakan lensa kontak yang tidak dirawat dengan baik
Bagaimana Cara Mengobati Erosi Kornea?
Erosi kornea diobati seperti abrasi kornea (lihat di atas).
Jika Anda mengalami erosi kornea dua kali atau lebih, dokter mata Anda mungkin merekomendasikan pengobatan lain. Ini dapat mencakup:
• artificial tears (pelembab mata) berbentuk ointment (salep)
• pemasangan bandage contact lens dan memulai antibiotik topikal
• operasi (keratektomi superfisial) atau debridement untuk mengangkat jaringan kornea
Jika mata Anda kering dan erosi kornea sering terjadi, segera periksakan mata Anda ke dokter spesialis mata. Di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur tersedia poli Infeksi dan Imunologi yang dapat mendampingi Anda mengatasi keluhan abrasi atau erosi kornea.
Bantu Mata Anda Sembuh dari Abrasi atau Erosi Kornea
Jangan menggosok mata Anda saat sedang proses penyembuhan. Menggosok dapat memperlambat proses penyembuhan, atau bahkan memperburuk. Hindari menggunakan lensa kontak biasa Anda saat mata sedang proses penyembuhan.
Lindungi Kornea Anda
• Gunakan kacamata pelindung atau alat pelindung mata lainnya saat bekerja seperti memotong rumput, merapikan semak-semak dan juga saat memotong kayu.
• Selalu kenakan kacamata pelindung saat bermain olahraga.
• Potong kuku jari anak Anda. Bayi dan anak-anak dapat secara tidak sengaja menggores kornea mereka dengan kuku jari.
• Perhatikan saat mengaplikasikan makeup mata, menggunakan sisir rambut atau alat pengeriting rambut.
Jika Anda menggunakan lensa kontak, ikuti petunjuk perawatan yang benar.
Sumber:
1.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532960/
2.https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-corneal-abrasion
3.https://webeye.ophth.uiowa.edu/eyeforum/atlas/pages/corneal-abrasion/index.htm#gsc.tab=0



















