Menu
Pencarian


World Polio Day 2026, Rotary Clubs of East Java Ajak Lindungi Anak dari Ancaman Polio

Dewi Imroatin - Minggu, 25 Oktober 2026 18:00
World Polio Day 2026, Rotary Clubs of East Java Ajak Lindungi Anak dari Ancaman Polio
Rotary Clubs of East Java bersama Pemkot Surabaya dan UNICEF memperkuat kampanye pemberantasan polio melalui peringatan World Polio Day 2026 di Atrium Lantai 1 Ciputra World Surabaya, Minggu (25/10/2026). (Foto: Dewi Imroatin)

SURABAYA - Rotary Clubs of East Java bersama Pemerintah Kota Surabaya dan UNICEF memperkuat kampanye pemberantasan polio melalui peringatan World Polio Day 2026 di Atrium Lantai 1 Ciputra World Surabaya, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan ini menegaskan pentingnya imunisasi dan peningkatan kesadaran orang tua untuk melindungi anak dari penyakit polio yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen hingga kematian.

Mengusung kampanye “Setetes Harapan, Bebaskan Dunia dari Polio”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan global End Polio Now untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam mewujudkan dunia bebas polio. Selain edukasi kesehatan dan seremoni penetesan vaksin polio, kegiatan juga melibatkan anak-anak dan keluarga melalui berbagai aktivitas edukatif.

Rotary National PolioPlus Committee Chair for Indonesia, PDG Thomas Aquinas, mengatakan peringatan World Polio Day yang diperingati setiap 24 Oktober menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa ancaman polio belum sepenuhnya berakhir.

“Polio itu masih ada. Penyakit ini sangat berbahaya karena tidak hanya menyebabkan kelumpuhan, tetapi juga bisa berujung pada kematian. Padahal, polio dapat dicegah dengan vaksin. Karena itu, semua anak harus mendapatkan vaksin polio agar Indonesia benar-benar bebas dari polio,” tegas Thomas.

Menurutnya, upaya pemberantasan polio membutuhkan komitmen berkelanjutan, terutama melalui imunisasi dan peningkatan pemahaman masyarakat mengenai bahaya penyakit tersebut. Keberhasilan menekan kasus polio secara global hingga lebih dari 99 persen sejak dimulainya Global Polio Eradication Initiative pada 1988 menjadi capaian penting. Namun, upaya pencegahan tetap harus diperkuat untuk mencegah munculnya kembali penularan.

Sementara itu, District Governor Elect Rotary International District 3420, Sanjana Bhat, menyampaikan bahwa Rotary terus mendorong berbagai gerakan antisipasi dan pencegahan untuk mendukung terwujudnya dunia bebas polio. Salah satu langkah yang direncanakan adalah memperluas sosialisasi dengan melibatkan orang tua dan anak-anak usia taman kanak-kanak di tingkat kecamatan di Surabaya.

“Kami merencanakan program dengan mengumpulkan orang tua dan anak-anak taman kanak-kanak dalam satu kecamatan di Surabaya untuk sosialisasi tentang polio. Tujuannya meningkatkan kesadaran orang tua agar lebih memahami bahaya polio dan pentingnya imunisasi bagi anak-anak,” ujar Sanjana.

Ia menilai, keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan anak mendapatkan perlindungan melalui imunisasi. Karena itu, edukasi secara langsung kepada keluarga diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mendorong partisipasi dalam upaya pencegahan polio.

Peringatan World Polio Day 2026 turut mendapat dukungan Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, M.Kes., hadir memberikan sambutan dalam rangkaian pembukaan kegiatan.

Agenda edukasi juga menghadirkan Arie Rukmantara, Chief of Field Office UNICEF wilayah Jawa, serta Moch. Ashadi M. dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Diskusi tersebut membahas pentingnya imunisasi, pengawasan penyakit, pencegahan penularan, serta peran keluarga dan masyarakat dalam melindungi kesehatan anak.

Ketua Panitia World Polio Day 2026, Richmond Koriston, yang juga Presiden Rotary Club of Surabaya Jembatan Merah, turut menyampaikan keterangan mengenai pelaksanaan kegiatan bersama jajaran pimpinan Rotary.

Untuk mendekatkan pesan kesehatan kepada masyarakat, panitia menghadirkan edukasi kesehatan anak bersama Ciputra Hospital Surabaya, lomba mewarnai bagi anak taman kanak-kanak, lomba menghias donat bomboloni bagi siswa sekolah dasar, serta aktivitas Zumba bersama Fithub. Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan pendekatan yang lebih menarik dan melibatkan keluarga secara langsung.

Rotary terus memperkuat kontribusinya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pengabdian masyarakat, termasuk mendukung gerakan global End Polio Now.

Peringatan ini sekaligus menegaskan bahwa pemberantasan polio tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan vaksin, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat, keterlibatan aktif orang tua, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi sosial, dan masyarakat.

Melalui penguatan edukasi dan imunisasi, Rotary Clubs of East Java berharap semakin banyak keluarga memahami bahaya polio dan pentingnya perlindungan bagi anak. Sebab, mewujudkan Indonesia bebas polio membutuhkan langkah bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh imunisasi sesuai jadwal dan rekomendasi tenaga kesehatan. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.