TULUNGAGUNG - Tragedi yang menimpa seorang wisatawan asal Kediri, Muhammad Reyhan Al Fairus (16), berakhir dengan pilu.
Setelah seminggu dinyatakan hilang akibat tersapu ombak besar di Pantai Dlodo, Tulungagung, jasadnya ditemukan oleh seorang pemancing lokal di perairan Trenggalek, tepatnya di Pantai Genjor, Senin (23/9/2024).
Diketahui, kondisi jasad korban saat ditemukan sudah membengkak dan mulai mengalami kerusakan.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian segera mengevakuasi korban menuju Pantai Klatak, Tulungagung, untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.
Baca Juga : Polres Trenggalek Tangkap 3 Mucikari dan Ungkap Puluhan Kasus Operasi Pekat Semeru 2025
Komandan Tim Operasi SAR, Dyan Susetyo Wibowo, memastikan bahwa jasad yang ditemukan di Pantai Genjor adalah Muhammad Reyhan Al Fairus, berdasarkan ciri-ciri yang sesuai dengan keterangan keluarga korban.
"Sudah kami identifikasi dan sesuai dengan ciri-ciri korban yang kita cari," ungkapnya.
Setelah teridentifikasi, jenazah korban segera dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Dokter Iskak untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga : Komunitas Grafiti Trenggalek Menghias Kios Warga Sembari Ngabuburit
Sebelumnya, pada pekan lalu, korban yang berlibur bersama keluarganya dinyatakan hilang usai terseret ombak besar yang tiba-tiba datang saat ia bermain di pantai.
Pencarian intensif dilakukan oleh tim SAR gabungan selama tujuh hari, namun hingga hari ketujuh baru berhasil menemukan jasad korban yang telah terbawa arus hingga perairan Trenggalek.
Pihak keluarga yang menunggu kabar selama proses pencarian akhirnya harus menerima kenyataan pahit atas musibah ini.
Baca Juga : Dihapus dari PSN, Ini Kata Bupati Trenggalek Soal Bendungan Bagong
Penemuan jasad Muhammad Reyhan Al Fairus mengakhiri pencarian selama sepekan oleh tim SAR gabungan.
Berdasarkan laporan dari Basarnas, Pantai Dlodo dan sekitarnya dikenal sebagai kawasan dengan gelombang besar yang seringkali berbahaya bagi wisatawan.
Beberapa pantai di selatan Jawa, termasuk Pantai Dlodo, memang memiliki potensi risiko tinggi karena karakteristik ombak Samudera Hindia yang ganas, terutama di musim-musim tertentu.(Agus Bondan/Selvina Apriyanti)
Baca Juga : Polemik SHM di Pantai Konang: DPRD Trenggalek Panggil Kantor Pertanahan Bahas 41 Sertifikat Tanah
Editor : Iwan Iwe