Menu
Pencarian


Viral, Pria di Probolinggo Lempar Anak Kucing dari Lantai 5 Rusunawa hingga Mati

Farid Fahlevi - Senin, 12 Oktober 2026 15:30
Viral, Pria di Probolinggo Lempar Anak Kucing dari Lantai 5 Rusunawa hingga Mati
Anak kucing bernama Melly mati setelah dilempar dari lantai lima Rusunawa Bayuangga, Kota Probolinggo. (Foto: Istimewa)

PROBOLINGGO - Aksi keji seorang pria yang tega melempar anak kucing dari lantai lima Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Bayuangga, Kota Probolinggo, viral di media sosial. Anak kucing berusia empat bulan tersebut mati setelah terjatuh ke lantai dasar, tepatnya di area parkir sepeda motor.

Peristiwa ini memicu kemarahan warganet dan komunitas pecinta kucing. Hingga Senin (12/10/2026), pemilik kucing mengaku belum menerima permintaan maaf dari pria yang diduga melakukan aksi tersebut.

Aksi itu terekam kamera CCTV milik salah satu penghuni Rusunawa Bayuangga, Jalan Brantas, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Rekaman yang beredar melalui Facebook dan Instagram tersebut memperlihatkan seorang pria melempar anak kucing dari lantai lima.

Pria yang diketahui berinisial ANG itu juga merupakan penghuni rusunawa di lantai lima. Anak kucing yang dilempar diketahui bernama Melly, berjenis kelamin betina, dan baru berusia empat bulan.

Pemilik kucing, Nafiah, mengatakan Melly telah dirawat sejak induknya masih mengandung hingga akhirnya melahirkan. Selama empat bulan, kucing berbulu abu-abu itu menjadi bagian dari keseharian keluarganya.

Menurut Nafiah, pelaku diduga kesal karena Melly membuang kotoran di dalam kamarnya. Pelaku disebut berniat melempar kucing tersebut ke arah balkon rusun, tetapi justru terjatuh hingga ke lantai dasar.

Nafiah mengaku sangat terpukul atas kematian Melly. Kesedihan juga dirasakan putrinya yang setiap hari bermain bersama kucing tersebut.

“Sejak kecil Melly selalu bermain bersama anak saya. Anak saya sangat dekat dengan kucing itu,” ujar Nafiah.

Ia menambahkan, putrinya langsung histeris ketika mengetahui Melly mati. Hingga kini, putrinya masih menunjukkan kesedihan setiap kali mengingat kucing kesayangannya tersebut.

"Setiap pulang sekolah, anak saya mendatangi kuburan Melly untuk menyiramkan air dan menaburkan bunga. Anak saya sangat kehilangan karena telah menemaninya sejak kecil, "tutupnya.

Putri Nafiah mengaku kehilangan teman bermainnya. Melly yang berbulu abu-abu itu tidak hanya bermain dengannya, tetapi juga kerap bermain bersama teman-temannya.

“Saya sedih karena Melly sudah tidak ada. Setiap hari biasanya bermain bersama Melly,” tuturnya.

Aksi pelemparan tersebut juga mengundang reaksi komunitas pecinta kucing di Probolinggo. Sejumlah anggota komunitas mendatangi Rusunawa Bayuangga untuk mengetahui kejadian sebenarnya. Mereka turut menyayangkan tindakan yang menyebabkan kematian anak kucing tersebut.

Nasrul Fatah, anggota Komunitas Pecinta Kucing Probolinggo, menilai tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan. Menurutnya, persoalan hewan yang membuang kotoran semestinya diselesaikan tanpa melakukan kekerasan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Kalau memang ada masalah karena kucing membuang kotoran, seharusnya bisa diselesaikan dengan cara yang baik, bukan dengan melemparkannya dari lantai lima,” ujarnya.

Kedatangan komunitas tersebut juga melibatkan dokter hewan. Namun, saat mereka mendatangi rusunawa, pria yang diduga melempar Melly tidak berada di tempat karena masih bekerja.

Sementara itu, anggota Polsek Kademangan yang mendatangi lokasi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan pemilik kucing untuk mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut.

Hingga berita ini ditulis, kasus pelemparan anak kucing hingga mati tersebut masih ditangani oleh anggota Polsek Kademangan. Polisi diharapkan dapat menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.