TULUNGAGUNG - Limbah rumah tangga seperti sisa sayuran dan buah-buahan ternyata bisa dimanfaatkan menjadi pupuk cair organik. Cara tersebut dilakukan Agus Utomo, warga Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sekaligus menekan biaya pemupukan.
Sebagai penghobi tanaman buah dalam pot atau tabulampot, Agus memilih membuat pupuk sendiri daripada bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia pabrikan.
Bahan yang digunakan cukup sederhana. Sisa sayuran dan buah-buahan dicampur dengan tetes tebu, EM-4, serta air cucian beras. Seluruh bahan kemudian difermentasi di dalam drum plastik selama kurang lebih satu bulan hingga siap diaplikasikan pada tanaman.
Pupuk cair organik tersebut dapat digunakan dengan cara disemprotkan ke bagian daun maupun disiramkan ke tanah. Menurut Agus, proses fermentasi yang dilakukan dengan baik dapat menghasilkan pupuk yang membantu merangsang pertumbuhan tanaman dan mempercepat proses pembungaan maupun pembuahan.
Selain pupuk cair, Agus juga menambahkan asam humat untuk membantu memperbaiki kondisi serta pH tanah.“Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga, biaya pemupukan bisa lebih ditekan.”
Agus menyebut penggunaan pupuk organik juga cukup membantu dalam perawatan tanaman. Bahkan, dalam satu musim tanam, tanaman miliknya tetap mampu menghasilkan panen yang baik meski tidak menggunakan pupuk kimia.
Pemanfaatan limbah rumah tangga tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi sampah yang berakhir sia-sia. Agus berharap metode sederhana ini bisa menjadi alternatif pemupukan yang lebih hemat sekaligus ramah lingkungan bagi masyarakat. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















