BONDOWOSO - Kabupaten Bondowoso dikenal dengan komoditas tape sebagai bahan oleh-oleh khas daerah. Untuk menghasilkan tape yang lezat, para produsen biasanya menggunakan singkong kuning yang ditanam di wilayah pegunungan.
Penggunaan singkong kuning ini telah dilakukan secara turun-temurun. Tidak hanya bahan baku, resep peragian tape manis khas Bondowoso pun tetap lestari hingga saat ini. Pembuatan panganan khas tersebut dimulai dari pemilihan singkong kuning berkualitas baik dengan ukuran yang tidak terlalu besar.
Selanjutnya, singkong dikupas agak dalam hingga bagian seratnya terbuang. Singkong kemudian direbus hingga setengah matang, didinginkan, lalu diberi ragi. Setelah itu, tape dikemas menggunakan besek sambil menunggu proses fermentasi hingga matang sempurna. Tape dari singkong kuning ini dikenal memiliki tekstur lembut, rasa manis, serta tidak benyek atau berkadar air rendah.
Untuk proses pematangan, singkong yang telah diberi ragi dimasukkan ke dalam besek berukuran besar, sementara besek kecil digunakan untuk penjualan eceran.
Berkah dibukanya pintu Tol Probowangi jalur Pantura membuat pesanan tape terus meningkat. Setiap hari, para produsen menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kwintal singkong dalam satu kali proses produksi. Tape dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram, hingga Rp11.000 untuk tape yang dikemas dalam besek.
Editor : JTV Jember




















