PONOROGO - Warga Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, yang mengalami krisis air bersih selama sekitar tiga bulan akhirnya mendapatkan bantuan dropping air. Bantuan tersebut disalurkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan air warga di tengah musim kemarau.
Ratusan warga terlihat mengantre untuk mendapatkan air bersih yang disalurkan ke wilayah tersebut. Kemarau panjang membuat sejumlah sumur dan sumber mata air yang selama ini digunakan warga mengalami kekeringan.
Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan harus mengandalkan bantuan air bersih. Salah seorang warga, Siti Futika, mengatakan kekeringan telah dirasakan warga selama beberapa bulan sehingga ketersediaan air menjadi persoalan utama.
“Sudah sekitar tiga bulan mengalami kesulitan air. Sumur dan sumber air banyak yang mengering, jadi untuk kebutuhan sehari-hari kami mengandalkan bantuan dropping air,” kata Siti Futika.
Baca Juga : Peringati Harhubnas 2026, Gubernur Khofifah Gratiskan Bus Trans Jatim
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan Dusun Dungus merupakan salah satu wilayah yang telah terpetakan mengalami kekeringan. Menurutnya, penanganan tidak hanya dilakukan melalui penyaluran air bersih, tetapi juga dengan mencari sumber air yang dapat dialirkan ke permukiman warga.
“Dusun Dungus ini termasuk yang terpetakan mengalami kekeringan. Jadi tidak hanya dropping air, tetapi kami juga mencari sumber air yang bisa dialirkan ke permukiman warga,” ujar Khofifah.
Khofifah menjelaskan, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani dampak kekeringan. Upaya tersebut antara lain pencarian sumber air, pengeboran sumur, pembangunan pipanisasi, hingga operasi modifikasi cuaca.
Baca Juga : Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Air Bersih untuk 19.837 Warga Terdampak Kekeringan di Pasuruan
Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air warga sekaligus mencari solusi jangka panjang, sehingga masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan dropping air ketika musim kemarau.
Editor : JTV Madiun



















