SURABAYA - Prestasi membanggakan diukir siswa SMP 17 Agustus 1945 (SMPTAG) Surabaya di ajang Olimpiade Matematika FORSMA 2K26 tingkat nasional. Dua siswa Khalif Arziqi Nasution dan Defa Dwi Permana, meraih Juara 2.
Kedua siswa berhasil menaklukkan soal matematika dengan cepat dan tepat. Dalam Olimpiade tersebut, Khalif, siswa kelas 7D, dan Defa, siswa kelas 8A, tergabung dalam satu tim.
Keberhasilan meraih juara 2 tak lepas dari persiapan sebelum menghadapi babak final yang digelar secara luring di SMA Negeri 4 Surabaya pada 4 September 2026.
Sekitar dua minggu sebelum pelaksanaan final, Khalif dan Defa mengikuti les secara daring selama dua hingga tiga jam. Keduanya juga mempelajari sejumlah materi, seperti translasi fungsi, trigonometri, relasi, hingga rotasi.
Meski demikian, persiapan tersebut tidak sepenuhnya mudah. Beberapa materi yang diujikan bahkan belum dipelajari di tingkat SMP. Khalif mengaku mengalami kesulitan ketika menghadapi soal cerita yang menggabungkan materi kombinasi, permutasi, dan peluang. Sementara itu, Defa menghadapi tantangan dalam menghafalkan rumus trigonometri, khususnya mengenai sudut-sudut istimewa.
Pengalaman mengikuti kompetisi matematika turut membantu keduanya menghadapi perlombaan. Khalif sebelumnya pernah mengikuti lomba matematika sejak kelas 6 di sekolah dasar, sedangkan Defa pernah mengikuti Olimpiade Matematika secara individu ketika duduk di kelas 7.
Pada babak final, keduanya menghadapi sistem perlombaan yang berlangsung cepat dan tepat layaknya cerdas cermat. Kompetisi tersebut terbagi dalam dua level. Level pertama terdiri atas 10 soal dengan waktu pengerjaan dua menit untuk setiap soal, sedangkan level kedua terdiri atas lima soal dengan waktu tiga menit per soal.
Untuk menghadapi sistem tersebut, Khalif dan Defa menerapkan pembagian tugas selama perlombaan. Khalif bertugas mengerjakan soal, sementara Defa memeriksa kembali jawaban sebelum keduanya memutuskan untuk menekan bel dan menjawab.
Sistem penilaian dalam kompetisi turut menuntut ketepatan dalam mengambil keputusan. Pada level pertama, jawaban benar memperoleh 100 poin, sedangkan jawaban salah dikurangi 50 poin. Pada level kedua, jawaban benar bernilai 200 poin dan jawaban salah dikurangi 100 poin.
Dari pengalaman mengikuti kompetisi tersebut, Khalif menilai bahwa memahami konsep menjadi hal penting dalam menyelesaikan soal matematika.
“Rumus itu tidak harus dihafalkan. Rumus bisa dilogikakan. Kalau kita menyukai matematika, kita juga harus memahami pola-pola di setiap soal agar dapat memecahkan masalahnya,” ujar Khalif (18/9)
Bagi Defa, prestasi tersebut dapat menjadi salah satu bekal untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya ingin sertifikat ini dapat menjadi salah satu jalur prestasi saat masuk ke SMA Negeri impian,” tutur Defa
Pencapaian tersebut juga menjadi motivasi bagi Khalif untuk terus mengembangkan kemampuannya di bidang matematika. Di samping itu, Khalif memiliki cita-cita untuk menjadi dokter spesialis saraf otak. Pengalaman mengikuti kompetisi tersebut juga mendorongnya untuk mengajak siswa lain agar berani mencoba berbagai tantangan baru.
“Jangan takut gagal. Yang penting, kita sudah berusaha semaksimal mungkin,” pesan Khalif.
Khalif dan Defa juga menyampaikan apresiasi kepada SMPTAG Surabaya yang sudah mendukung penuh, khususnya guru pembimbing, Rosidah Nur Permatasari, S.Pd., dari persiapan hingga babak final.
Menurut Rosidah, proses tersebut tidak hanya berfokus pada latihan matematika, tetapi juga membangun keberanian dan kepercayaan diri siswa. Ia melihat salah satu hal yang paling membanggakan adalah kemampuan Khalif dan Defa mempelajari materi yang umumnya ditemukan di jenjang SMA, serta menyelesaikan soal-soal olimpiade yang membutuhkan penalaran tinggi.
“Sebagai pendamping, saya berusaha tidak hanya mengajarkan matematika, tetapi juga menanamkan semangat pantang menyerah, keberanian mencoba, dan keyakinan bahwa mereka mampu. Yang paling membanggakan bukan hanya pialanya, tetapi melihat perkembangan anak-anak hingga mampu percaya diri bersaing di tingkat nasional,” ujar Rosidah (24/9)
SMPTAG Surabaya terus mendukung siswa mengembangkan potensi melalui berbagai kompetisi. Khalif dan Defa menjadi salah satu siswa yang berhasil menunjukkan potensi tersebut melalui prestasinya di bidang matematika. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















