JEMBER - 
Sekarkijang Creative Fest (SCF) 2026 yang digelar bersama Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 mencatat total transaksi ekonomi sebesar Rp1,39 miliar. Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Banyuwangi pada 16–19 Juli 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM di wilayah Sekarkijang.
SCF 2026 diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan sejumlah pemangku kepentingan. Wilayah Sekarkijang mencakup Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang.
Selama empat hari pelaksanaan, kegiatan tersebut menghadirkan 40 stan dari berbagai sektor, mulai kuliner, kopi, kriya, wastra, fesyen, produk pondok pesantren, layanan publik, hingga perbankan.
Berdasarkan data penyelenggara, omzet penjualan pameran mencapai Rp108 juta. Selain itu, transaksi penjualan secara luring tercatat Rp1,17 miliar dan penjualan daring sebesar Rp84 juta. Total kunjungan masyarakat mencapai 11.992 orang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Iqbal Reza Nugraha, mengatakan SCF x BEC 2026 dirancang untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan digitalisasi UMKM. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian menuju Karya Kreatif Indonesia 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Agustus 2026.
Penguatan UMKM juga dilakukan melalui business matching. Nilai penjualan yang tercatat mencapai Rp1,27 miliar, sementara komitmen pembiayaan perbankan mencapai Rp2,8 miliar. Salah satu kesepakatan yang terjalin adalah penjualan 11 ton kopi green bean dari kelompok tani Bondowoso kepada pembeli asal Singapura.
Selain pameran UMKM, rangkaian kegiatan juga diisi dengan pelatihan, kurasi produk, edukasi QRIS, operasi pasar murah, layanan penukaran uang, workshop barista, lomba desain batik, hingga penguatan ekosistem industri halal.
Bank Indonesia berharap kolaborasi tersebut mampu mendorong UMKM lokal semakin tangguh, memperluas pasar, meningkatkan akses pembiayaan, serta masuk lebih jauh ke dalam ekosistem ekonomi digital.
Penyelenggaraan SCF x BEC 2026 juga diharapkan dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Editor : JTV Jember



















