Dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang berjaga di Pendapa Sabha Swagata babak belur dihajar puluhan remaja pada Minggu (15 Maret 2026) sekitar pukul 01.36 WIB.
Pengeroyokan terjadi setelah anggota Satpol PP berinisial AF, 32 dan HR 32, menegur para pemuda yang diduga tengah pesta miras di sisi timur pendapa.
Kasatpol PP Banyuwangi, Yoppie Bayu Irawan mengatakan perkara tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Saat ini perkara ini telah ditangani Polsek Kota Banyuwangi.
"Kami telah laporkan perkara ini. Kami juga sudah lakukan visum, saat ini ditangani Polsek," kata Yoppy.
Baca Juga : Puluhan ASN Pemkab Bangkalan Terjaring Razia Satpol PP
Yoppy mengatakan pengeroyokan bermula saat dua anggotanya yang berjaga di Pendapa melihat adanya gerombolan pemuda di sisi timur pendapa. Gerombolan ini diduga tengah melakukan pesta miras.
Oleh kedua petugas para pemuda ini dihampiri dan ditegur. Saat dilakukan pemeriksaan, anggota menemukan botol minuman keras jenis arak yang telah kosong dan dibuang ke dalam area TK Pertiwi.
Bukannya merasa bersalah, yang terjadi justru kedua anggota ini dikeroyok. Dalam sebuah video yang beredar terlihat anggota dikeroyok dengan cara dipukul dan ditendang beramai-ramai bahkan hingga masuk ke halaman pendapa.
Baca Juga : Satpol PP Magetan Tertibkan Banner & Spanduk Liar Di Jalur Kawedanan–Parang
Situasi kian ramai lantaran berdekatan dengan Masjid Baiturrahman. Ketika itu banyak warga yang tengah beritikaf di masjid turut mendatangi kerumunan massa.
Yoppie menyebut warga datang lantaran kerumunan meneriaki maling. Ada juga yang datang karena mengira ada bagi-bagi sahur gratis. Situasi akhirnya reda setelah dibubarkan anggota kepolisian yang berjaga di RTH Sritanjung.
Baca Juga : Santri Jember Ditemukan Linglung di Banyuwangi
"Ini kan sudah bias sekali. Pelakunya ada sekitar sepuluh orang. Kami laporkan ini bukan karena apa, tapi untuk pembinaan karena ini sudah mengarah pada kriminalitas," ujarnya.
"Kami sangat menyayangkan anak muda yang demikian ini. Apalagi ini bulan puasa. Semoga bisa segera bisa diamankan dan diberi efek jera," imbuhnya.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















