MALANG - Ancaman penyakit menular tidak pernah benar-benar pergi. Pandemi COVID-19 menjadi pengingat pahit bahwa sistem kesehatan harus selalu siap, bahkan ketika krisis mereda. Dari kesadaran itulah Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) Malang menghadirkan Infection Disease Center, sebuah fasilitas khusus yang dirancang untuk memperkuat layanan penyakit infeksi sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan wabah di Jawa Timur.
Di tengah meningkatnya mobilitas penduduk, perubahan iklim, serta risiko munculnya penyakit infeksi baru dan penyakit lama yang kembali menguat, kehadiran pusat layanan penyakit infeksi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Jawa Timur, sebagai salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia—lebih dari 39,5 juta jiwa—menghadapi tantangan serius dalam pengendalian dan penanganan penyakit menular.
Pusat Layanan Terintegrasi Penyakit Infeksi
Infection Disease Center RSUB dirancang sebagai pusat layanan terintegrasi yang mencakup pelayanan klinis, pendidikan, riset, serta kesiapsiagaan wabah. Fasilitas ini disiapkan untuk menangani penyakit infeksi menular, emerging infectious diseases, serta kasus-kasus berisiko tinggi dengan standar keselamatan yang ketat bagi pasien, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Sebagai rumah sakit pendidikan di bawah Universitas Brawijaya, RSUB menempatkan Infection Disease Center sebagai ruang strategis untuk penguatan kompetensi sumber daya manusia kesehatan. Fasilitas ini menjadi bagian dari ekosistem pendidikan kedokteran dan kesehatan yang berorientasi pada tantangan kesehatan aktual dan masa depan.
Baca Juga : RSUB Hadirkan Infection Disease Center, Perkuat Kesiapsiagaan Penyakit Infeksi di Jawa Timur
Didukung Pendanaan Internasional
Pembangunan Infection Disease Center RSUB merupakan bagian dari program penguatan sistem kesehatan nasional yang didukung pendanaan Uni Eropa sebesar €4,98 juta melalui KfW Development Bank, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas layanan kesehatan rujukan di Jawa Timur, khususnya dalam penanganan penyakit infeksi.
Dukungan internasional ini menegaskan bahwa penguatan sistem kesehatan Indonesia menjadi perhatian global, terutama dalam menghadapi ancaman penyakit menular lintas wilayah dan lintas negara.
Soft Opening sebagai Penanda Operasional Awal
Infection Disease Center RSUB akan diperkenalkan kepada publik melalui Soft Opening Ceremony yang digelar pada Jumat, 10 Januari 2026, bertempat di area belakang Rumah Sakit Universitas Brawijaya, Malang. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya operasional awal fasilitas sekaligus momentum konsolidasi lintas sektor.
Acara soft opening ini akan dihadiri oleh pimpinan Universitas Brawijaya, jajaran Direksi Rumah Sakit Universitas Brawijaya, perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta unsur pemerintah daerah Jawa Timur dan Kota Malang. Turut hadir pula perwakilan tenaga kesehatan, akademisi, mitra internasional, serta pemangku kepentingan di bidang kesehatan masyarakat.
Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan bahwa penguatan layanan penyakit infeksi tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi antara dunia akademik, layanan kesehatan, pemerintah, dan mitra global.
Keberadaan Infection Disease Center diharapkan memperkuat kecepatan respons dan kualitas penanganan penyakit infeksi, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi wabah di masa depan. Dengan fasilitas khusus dan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, RSUB menargetkan layanan yang lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar fasilitas fisik, Infection Disease Center menjadi simbol komitmen RSUB dalam membangun sistem kesehatan yang tangguh, adaptif, dan berbasis riset. Di tengah ketidakpastian ancaman kesehatan global, langkah ini menjadi investasi jangka panjang bagi ketahanan kesehatan Jawa Timur dan Indonesia.
Editor : Iwan Iwe



















