MAGETAN - Menjelang Labuhan Sarangan, masyarakat setempat kembali melaksanakan ritual adat Penyembelihan Kambing Kendit. Prosesi ini menjadi salah satu rangkaian penting yang menandai dimulainya serangkaian adat tahunan di Telaga Sarangan.
Ritual penyembelihan Kambing Kendit diawali dengan prosesi penyucian di kawasan Patung Naga, Telaga Sarangan. Kambing Kendit, yang memiliki ciri khas garis melingkar di bagian perut, dimandikan menggunakan air telaga yang telah didoakan oleh tokoh adat.
Prosesi penyucian ini dimaknai sebagai upaya membersihkan diri dan niat, sebelum memasuki rangkaian adat berikutnya. Selesai disucikan, Kambing Kendit kemudian diarak secara perlahan menuju punden.
Arak arakan dilaksanakan dengan suasana tenang dan khidmat, diiringi doa serta langkah pelan para warga. Prosesi arak arakan menuju punden ini menjadi simbol perjalanan spiritual sebelum prosesi penyembelihan dilaksanakan.
Setibanya di punden, tokoh adat akan memimpin doa bersama. Doa dipanjatkan sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah alam, serta harapan agar seluruh rangkaian labuhan sarangan dapat berjalan lancar dan aman.
Prosesi penyembelihan kambing kendit pun dilaksanakan dengan penuh kehati hatian, tertib, dan tetap menjaga nilai adat.
Sutowo,sesepuh adat Desa Sarangan menjelaskan bahwa prosesi adat ini merupakan upaya untuk melestarikan adat dari leluhur, sebagai simbol dari rasa bersyukur akan adanya Telaga yang mensejahterahkan masyarakat.
“Kami melestarikan budaya yang sudah dilaksanakan nenek moyang. Yang intinya kami mengucap syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena ciptaannya yang berupa telaga, menambah kesejahteraannya pada masyarakat. Jadi tetap kita lestarikan sampai besok adanya Tradisi Larungan Sarangan,” ujarnya.
Sesuai tradisi yang telah ada, bagian Kambing Kendit kemudian dikubur di empat titik berbeda di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Empat titik penguburan ini dimaknai sebagai simbol penjagaan dari empat penjuru mata angin. Sekaligus bentuk permohonan agar kawasan telaga sarangan senantiasa terlindungi menjelang Labuhan Sarangan.
Bagi masyarakat Sarangan, ritual penyembelihan kambing Kendit bukan sekadar tradisi. Prosesi ini menjadi bagian awal dari rangkaian adat Labuhan Sarangan, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan nilai leluhur.
Melalui ritual Kambing Kendit, masyarakat sarangan terus merawat warisan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari labuhan sarangan. (Renata)
Editor : M Fakhrurrozi



















