SAMPANG - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sampang (AMS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan KP) Kabupaten Sampang, Selasa (14/01/2025). Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan praktik mafia pupuk dan menuntut transparansi distribusi pupuk bersubsidi.
Dalam aksinya, para mahasiswa mengenakan atribut khas petani seperti caping dan alat semprot rumput. Atribut tersebut digunakan sebagai simbol keprihatinan sekaligus bentuk solidaritas mahasiswa terhadap kondisi petani di Kabupaten Sampang yang dinilai semakin sulit akibat persoalan pupuk bersubsidi.
Aksi demonstrasi sempat diwarnai ketegangan ketika massa berupaya masuk ke dalam kantor Dinas Pertanian. Dorong-dorongan pun terjadi antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang berjaga di pintu masuk kantor Dispertan.
Situasi memanas setelah massa aksi merasa kecewa karena tidak kunjung ditemui oleh Kepala Dinas Pertanian. Mahasiswa yang memaksa masuk akhirnya dihadang petugas, sehingga memicu ketegangan di lokasi aksi.
Menanggapi tuntutan tersebut, pihak Dispertan KP Kabupaten Sampang diwakili Kepala Bidang Sarana Pertanian, Nurdin menegaskan bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi telah ditetapkan secara resmi oleh pemerintah dan wajib dipatuhi oleh seluruh kios pupuk.
"Kalau nanti terbukti dengan bukti-bukti yang valid menemukan indikasi penyimpangan harga maupun distribusi pupuk bersubsidi di lapangan untuk segera melapor," ujarnya.
Usai mendapatkan penjelasan dari pihak dinas, massa aksi akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Meski demikian, mereka mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila permasalahan pupuk di tingkat petani tidak segera diselesaikan. (Ali Muhdor)
Editor : JTV Madura



















