SURABAYA - Program Studi S1 Ekonomi Islam (EKIS), Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menyambut kedatangan 32 mahasiswa Universiti Utara Malaysia (UUM) untuk melaksanakan student Inbound part-time terhitung sejak Senin (20/5/2024) hingga Senin (27/5/2024). Program kali ini mengusung topik bertajuk Empowering Coastal Communities in the Madura Strait: Environmental Sustainability, Health, and the Digital Economy.
Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjadi panduan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan. Melalui diskusi, lokakarya, dan kegiatan lapangan, peserta akan dibimbing untuk menjelajahi konsep-konsep seperti pemberdayaan komunitas, promosi kesehatan, dan perlindungan lingkungan laut dari perspektif Islam.
Kegiatan dalam program ini dilaksanakan secara online dan offline. Adapun kegiatan inbound offline meliputi beberapa agenda antara lain, kuliah tamu dari dosen UUM, perkuliahan, kunjungan budaya, city tour, hingga pengabdian masyarakat internasional yang dilaksanakan langsung pada masyarakat pesisir pantai di Kwanyar Barat, Bangkalan Madura dan Pantai Kenjeran.
Program ini diawali dengan kelas online untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa UUM sebelum terjun langsung dalam pelaksanaan inbound secara offline nantinya. Kelas online sebelum kegiatan offline dilaksanakan sebanyak lima kali dengan beberapa topik yang berbeda, seperti Introduction to Community Service, Introduction to Community Service in Bangkalan, Introduction to SDGs, Introduction Basic Accounting for SMEs, Introduction to Community Service in Kwanyar Barat.
Prodi S1 Ekis UNAIR menyambut mahasiswa UUM secara langsung untuk melakukan kunjungan ke Surabaya pada 20-27 Mei 2024. Kegiatan offline ini diawali dengan Opening Ceremony di Aula Soepoyo, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga dibuka Prof. Dr. Sri Herianingrum, Ketua Departemen Ekonomi Syariah FEB Unair; Noven Suprayogi, PIC program; dan Dian Filianti, sekretaris Prodi S1 Ekonomi Islam UNAIR, serta pihak Universiti Utara Malaysia diwakili oleh Dr. Muhamad Fikri Aziz. Dr. Fikri menyampaikan terima kasih khususnya kepada Prodi S1 Ekonomi Islam FEB Unair telah menerima 32 mahasiswa Universiti Utara Malaysia dengan hangat dan sangat baik. Pihaknya berharap agar kerja sama dengan Prodi S1 Ekis FEB Unair akan terus berjalan.
Selama satu minggu, mahasiswa UUM melakukan kunjungan ke Surabaya, agenda yang dilakukan tidak hanya diisi unsur akademis, tapi juga aktivitas kebudayaan ke beberapa tempat di Surabaya. Seperti campus tour untuk mengunjungi area kampus A, kampus B, dan kampus C dari Universitas Airlangga, untuk memperkenalkan lebih jauh mengenai sejarah yang ada di tiap gedung Unair. Kemudian tak lupa, memperkenalkan budaya yang ada di Surabaya seperti memperkenalkan makanan khas Surabaya, tempat dan toko oleh-oleh khas Surabaya.
Inti agenda dari program ini yaitu pengabdian masyarakat internasional di Kwanyar Barat, Bangkalan Madura dan Pesisir Pantai Kenjeran. Di mana mahasiswa UUM terjun langsung kepada masyarakat desa Kwanyar Barat untuk melakukan pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dari UMKM yang ada di desa tersebut agar produk-produknya dapat di sertifikasi halal. Mahasiswa UUM juga membuatkan logo penjualan dari tiap produk UMKM agar produk dari masyarakat tersebut dapat dipasarkan lebih luas lagi, serta mensosialisasikan pembuatan akun e-commerce agar produk-produknya dapat dijangkau oleh konsumen jarak jauh. Hari kedua pengabadian masyarakat, mahasiswa UUM bersama mahasiswa Unair kembali melakukan kegiatan yaitu bersih-bersih pesisir Pantai Kenjeran.
”SDGs Airlangga Interdisciplinary Learning (SAIL) adalah hibah dengan luaran student mobility dan pengabdian masyarakat internasional yang ditunjuk untuk fakultas yang bertemakan SDGs, dengan harapan bahwa inisiatif ini akan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proyek-proyek berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi antara universitas dan masyarakat. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung pencapaian tujuan SDGs tetapi juga mendorong pengembangan kapasitas dan keterampilan mahasiswa dalam konteks nyata dan relevan,” papar Bayu Arie Fianto dalam sambutannya. (*)
Editor : Iwan Iwe