JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Luky Alfirman bersama Nurkholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru untuk mendampingi Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026).
"Sekarang kita memiliki tiga orang wakil menteri yang pasti akan meng-cover keseluruhan pekerjaan Kementerian Keuangan yang memang sangat-sangat besar, sangat lebar ruangnya," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan ini menjadi momen kembalinya Luky Alfirman ke lingkungan Kementerian Keuangan setelah sebelumnya sempat dicopot dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Anggaran oleh eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada April 2026 lalu.
"Senang sekali saya bisa kembali berada di sini," ucap Luky Alfirman saat proses penyambutan di kantor Kemenkeu.
Dalam pernyataannya usai dilantik, Luky mengungkapkan perasaan campur aduk antara bersemangat sekaligus kaget, serta mengakui dirinya sempat berada dalam masa "hibernasi" sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh jajaran kemenkeu untuk mengejar perkembangan tugas pengelolaan keuangan negara menjelang tutup buku APBN 2026.
"Kemarin saya ada masa hibernasi, Pak Menteri. Jadi, saya butuh waktu, saya butuh support, dukungan, bantuan dari Bapak Ibu sekalian untuk bisa aktif mengejar perkembangan terkini," tutur Luky Alfirman.
Di sisi lain, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya sempat menjelaskan bahwa pencopotan Luky bersama Febrio Nathan Kacaribu saat itu berkaitan dengan dinamika internal serta adanya bawahan yang dinilai tidak sejalan dengan arahan pimpinan terkait penyebaran informasi kondisi APBN.
"Yang pertama katanya uangnya cuma tiga minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal Rp 120 triliun (SAL)," jelas Purbaya Yudhi Sadewa.
Kini, dengan formasi kepemimpinan baru yang mencakup tiga wakil menteri termasuk Juda Agung dan Nurkholisoh Ibnu Aman, Kementerian Keuangan diharapkan mampu bekerja secara lebih komprehensif dalam menjaga resiliensi serta stabilitas ekonomi nasional.
"Semua pekerjaan Kementerian Keuangan yang sangat-sangat komprehensif itu akan kita kerjakan secara bersama, secara komprehensif sehingga nanti bisa punya manfaat yang paling maksimal ya," pungkas Suahasil Nazara.
Nama Luky sempat terseret dalam persoalan pengadaan motor listrik guna mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Purbaya pernah mengungkapkan adanya celah pada perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang membuat anggaran pengadaan motor listrik tersebut tetap lolos kendati sebelumnya sempat ditolak.
Ketika ditanya apakah pencopotan tersebut berkaitan dengan masalah itu, Purbaya sempat menjawab agar publik menebaknya sendiri sambil menyebut sistem DJA mengalami kebocoran dan kemudian diperbaiki. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe



















