Mimisan atau epistaksis sering kali mengejutkan saat terjadi, terutama ketika seseorang sedang tidur.
Kondisi ini mungkin tampak sepele, tetapi pemahaman penyebabnya dapat membantu mencegah kejadian serupa.
Berikut terdapat beberapa faktor utama yang menjadi pemicu mimisan saat tidur.
1. Pilek atau alergi
Pilek atau alergi yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan peradangan pada selaput lendir hidung.
Bersin berulang dan iritasi yang disebabkan oleh lendir yang berlebihan dapat membuat pembuluh darah kecil di hidung pecah, memicu mimisan di malam hari.
2. Udara dingin dan kering
Udara dingin, terutama saat menggunakan AC atau tinggal di wilayah beriklim kering, dapat membuat lapisan dalam hidung kehilangan kelembapan.
Hal ini menjadikan pembuluh darah di hidung lebih rentan terhadap kerusakan sehingga mimisan lebih mudah terjadi.
3. Kebiasaan mengupil
Kebiasaan mengupil, meski tampak sepele, bisa menjadi salah satu penyebab utama terjadinya mimisan.
Gesekan atau tekanan berlebih pada pembuluh darah di dalam hidung dapat menyebabkan pecahnya dinding pembuluh darah, terutama pada anak-anak dengan hidung sensitif.
4. Polusi udara
Paparan polusi udara, seperti debu, asap kendaraan, atau bahan kimia, dapat mengiritasi hidung dan menutupi lapisan pelindungnya.
Iritasi ini dapat meningkatkan risiko mimisan, terutama jika terjadi saat malam hari ketika tubuh berusaha memulihkan diri dari paparan polusi sepanjang hari.
Pencegahan dan penanganan
Untuk mencegah mimisan, hindari kebiasaan mengupil dan gunakan tisu lembut saat membersihkan hidung. Bila memiliki alergi, konsultasikan dengan dokter untuk pengobatan yang sesuai.
Jika mimisan sering terjadi, segera periksakan diri ke spesialis untuk mengetahui kemungkinan kondisi medis lain yang mendasarinya.
Dengan memahami faktor-faktor ini, kamu dapat mengambil langkah pencegahan yang lebih baik untuk menjaga kesehatan hidung dan kenyamanan tidur.
Editor : Khasan Rochmad