SURABAYA - Setelah melalui proses verifikasi panjang, akhirnya Dinas Sosial ( Dinsos) Surabaya menetapkan penerima manfaat permakanan di kota Surabaya ada sebanyak 18.818 jiwa.
Menurut Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriatin, program permakanan tahun ini tidak lagi berada di kelurahan, namun ditangani oleh Dinas Sosial sebagai bantuan sosial. Karena itu, anggaran permakanan tahun ini bukan berasal dari dana kelurahan (dakel) sebagai belanja program, tapi tahun ini anggaran permakanan berasal dari anggaran Dinsos.
“Nah, karena ini merupakan bantuan sosial, maka peraturan dan perwalinya juga berbeda. Dan penerimanya juga harus masuk ke dalam warga miskin, baik yang lanjut usia, disabilitas, anak yatim, dan yatim piatu. Itu sasarannya,” kata Anna di ruang kerjanya, Senin (23/1/23).
Ia menjelaskan, data permakanan itu diambil dari data base tahun lalu saat masuk ke dalam dana kelurahan. Saat itu, jumlahnya sebanyak 33.208 orang. Jumlah ini kemudian disinkronkan dengan data Keluarga Miskin yang jumlahnya sebanyak 638.616 jiwa. Hasil sinkron data tersebut menjadi data dasar dalam pelaksanaan pemberian permakanan sejak tanggal 1 Januari 2023.
Baca Juga : Kasus Laka Akibat Mihol Naik, M. Fikser: Pengelola RHU Ikut Tanggung Jawab
Setelah menentukan jumlah penerima manfaat permakanan, lalu Dinsos juga membuat aplikasi Permakanan Surabaya demi mempermudah monitoring. Di dalam aplikasi itu, tercantum semua nama dan alamat lengkap penerima permakanan. Selain itu, dapat diketahui ada yang pindah, menolak atau meninggal, dan bisa terpantau melalui aplikasi.
Bahkan, pengirim permakanan itu juga diminta untuk memfoto proses penyerahan permakanan itu kepada warga yang berhak menerima sesuai data yang sudah ditetapkan, kemudian foto itu diupload ke dalam aplikasi tersebut.
“Jadi, foto penerima permakanan itu lengkap di dalam aplikasi itu. Bahkan, kalau misalnya ketika teman-teman pengirim permakanan menemukan bahwa ada salah satu warga penerima yang meninggal, maka teman-teman pengirim permakanan itu akan melaporkan ke dalam aplikasi itu, sehingga keesokan harinya tidak perlu dimasakkan dan dikirimkan lagi,” kata Anna.
Baca Juga : Cegah Banjir di Batas Kota, Pemkot Surabaya Bersihkan Kali Gunung Anyar
Karenanya, aplikasi ini sangat membantu dan mempermudah merealisasikan program permakanan. Sebab, dengan aplikasi ini maka kelompok masyarakat yang bertugas memasakkan permakanan itu jadi tahu keesokan harinya harus memasak berapa, dan teman-teman pengirim permakanan juga tahu keesokan harinya harus mengirim kepada berapa orang.
“Aplikasi ini juga bisa menjadi dasar perhitungan kami untuk menentukan pembayaran kepada kelompok masyarakat yang memasakkan permakanan, misal sebulan memasak berapa porsi akan ketahuan karena kemungkinan datanya beda setiap harinya setelah ada yang meninggal dan ada yang pergi. Aplikasi ini juga menjadi landasan kami untuk menentukan pembayaran kepada teman-teman pengirim permakanan,” katanya.
Reporter: Selvy Wang
Baca Juga : Diminati Pelajar, Pemkot Surabaya Bakal Tambah Armada Bus Sekolah
Editor:Vita Ningrum