Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) atau Jalur Pantai Selatan (Pansela) yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember segera memasuki tahapan baru tahun ini.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, Javid Hurriyanto, mengatakan saat ini persiapan tengah dilakukan sebelum masuk ke tahapan tender proyek pembangunan.
“Lagi persiapan, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa kami tenderkan, sehingga pelaksanaan kegiatan fisik bisa dimulai pada tahun depan,” jelas Javid, Kamis (28 Agustus 2025).
Pembangunan JLS ini rencananya dibiayai menggunakan sumber dana pinjaman (loan) dari lembaga internasional seperti Islamic Development Bank (IsDB) dan Asian Development Bank (ADB).
Menurut Javid, proses negosiasi terkait pembiayaan pembangunan saat ini masih berlangsung di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk mencapai kesepakatan final.
“Ini sedang proses nego di Bappenas. Kalau nanti tercapai kesepakatan, kita tenderkan tahun ini, lalu tahun depan mulai dikerjakan,” imbuhnya.
JLS di Kabupaten Banyuwangi mencapai total sekitar 99,18 kilometer. Saat ini masih terdapat sekitar 12 kilometer jalur JLS yang belum terbangun dan menjadi fokus utama kelanjutan pembangunan pada tahap berikutnya.
Apabila tender berhasil dilaksanakan tahun ini, maka pekerjaan fisik pembangunan jalur diproyeksikan mulai berjalan pada tahun 2026 mendatang.
Javid memperkirakan, masa pelaksanaan pembangunan fisik memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga tahun untuk benar-benar rampung secara keseluruhan.
“Kalau semuanya lancar, target penyelesaiannya sekitar tahun 2028. Mudah-mudahan seluruh proses bisa berjalan sesuai rencana,” pungkas Javid.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi