PAMEKASAN - Tradisi pesta kembang api di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura, Senin (31/3/2025) malam, memakan korban jiwa. Seorang pelajar SMA yang menonton pesta kembang api tersebut meninggal dunia.
Korban diketahui berinisial MRR, warga Desa Larangan, Kecamatan Badung, Pamekasan. Remaja berusia 17 tahun itu meninggal dunia saat perawatan di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo. Peristiwa ini viral di media sosial.
Peristiwa berawal saat korban menonton tradisi pesta kembang api yang selalu digelar warga Desa Pangorayan dalam menyambut lebaran. Diduga, saat itu tiang penyangga untuk kembang api yang harusnya mengarah ke atas rubuh. Sehingga kembang api yang dalam posisi menyala ikut jatuh, dan mengarah ke penonton, salah satunya ke korban.
Kejadian ini membuat korban terluka dan tak sadarkan diri. Namun, dugaan tiang penyangga kembang api rubuh ini dibantah Mellong, tokoh masyarakat Desa setempat. Menurutnya, korban meninggal dunia akibat penyakit ayan kambuh.
“Kejadian itu bukan karena korban terkena kembang api atau lainnya. Kata temannya, korban mempunyai penyakit ayan. Jadi bukan karena kembang api,” katanya.
Sementara itu, pihak RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo mengungkapkan bila korban dalam kondisi tidak sadar saat tiba di rumah sakit.
“Pasien datang ke UGD sudah tidak sadar. Ada luka di kepala bagian belakang dan sudah dijahit, dan sudah dilakukan tindakan sesuai SOP pelayanan,” kata pihak RSUD SMART Pamekasan dalam pesan tertulis yang diterima awak media.
Usai kejadian, anggota Satreskrim Polres Pamekasan langsung melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab tewasnya korban. Untuk mengantisipasi hal serupa agar tak terulang, pihak Polres Pamekasan meminta agar masyarakat menghentikan tradisi pesta kembang api tersebut. (*)
Editor : M Fakhrurrozi