PROBOLINGGO - Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Probolinggo meningkat selama periode September hingga awal Oktober 2026. Dinas Kesehatan Kota Probolinggo mencatat total 616 kasus, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada awal Oktober.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, sebanyak 191 kasus ISPA tercatat pada periode 2 hingga 7 Oktober 2026. Peningkatan ini menjadi perhatian, terutama di tengah perubahan cuaca dari musim kemarau menuju musim hujan atau pancaroba.
Kondisi cuaca yang berubah-ubah, disertai debu yang berterbangan saat musim kemarau, dapat memicu iritasi saluran pernapasan. Selain itu, masyarakat juga perlu menjaga daya tahan tubuh dan mewaspadai penularan penyakit akibat virus maupun bakteri.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, mengatakan keluhan ISPA ditemukan di hampir seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Probolinggo.
Menurut Intan, masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan perlu segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan, terlebih jika keluhan tidak kunjung membaik.
“Hampir semua fasilitas kesehatan di Kota Probolinggo setiap hari menerima warga yang memeriksakan diri dengan keluhan ISPA,” ujar Intan.
Berdasarkan kelompok usia, penderita ISPA terbanyak berada pada rentang usia 15 hingga 59 tahun, dengan persentase mencapai 54 persen.
"Kelompok usia produktif ini dinilai lebih sering beraktivitas di luar rumah sehingga berpotensi lebih banyak terpapar debu maupun sumber penularan penyakit,"ulasnya.
Sementara itu, kelompok usia 5 hingga 14 tahun menyumbang 20,6 persen kasus. Penderita berusia 60 hingga 69 tahun tercatat sebanyak 7,5 persen, sedangkan kelompok usia di atas 70 tahun mencapai 1,8 persen.
Balita juga menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena rentan tertular melalui kontak dekat dengan orang tua maupun anggota keluarga lain yang sedang sakit.
Intan menjelaskan, penularan ISPA dapat berlangsung lebih cepat ketika seseorang sering melakukan kontak dekat dengan penderita, terutama di ruangan tertutup dengan sirkulasi udara yang kurang baik.
“Seringnya kontak dekat dengan penderita, ditambah kondisi ruangan yang tertutup dan lembap, dapat mempercepat penularan ISPA,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus, Dinas Kesehatan Kota Probolinggo terus melakukan sosialisasi melalui fasilitas pelayanan kesehatan. Upaya tersebut juga melibatkan kader Posyandu dan PKK agar masyarakat semakin memahami gejala, risiko penularan, serta langkah pencegahan ISPA.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat berada di lingkungan berdebu atau ketika mengalami gejala gangguan pernapasan, mencukupi kebutuhan cairan, serta menjaga asupan gizi untuk mendukung daya tahan tubuh.
"Warga diimbau menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit dan menjaga selalu kebersihan lingkungan. Jika mengalami gejala ISPA yang mengganggu atau semakin berat, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,"tutupnya.
Peningkatan kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada selama masa pancaroba, terutama dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















