BANGKALAN - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini di Kabupaten Bangkalan berlangsung berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh siswa dan guru mengikuti upacara dengan mengenakan pakaian adat Madura, yakni pesa’an (sakera) dan marlena.
Salah satunya di SDN Kemayoran 1 Bangkalan, Madura, Jawa Timur peringatan Hardiknas tidak hanya diwarnai dengan penggunaan busana tradisional, tetapi juga dengan deklarasi serta penandatanganan komitmen anti narkoba, Sabtu (2/5/2026).
Kepala SDN Kemayoran 1 Bangkalan, Hj. Nurhayati Eka mengatakan busana adat yang dikenakan, seperti odheng dan pesa’an untuk laki-laki serta kebaya marlena untuk perempuan, menjadi simbol pelestarian budaya lokal.
Melalului pelestarian budaya ini, siswa juga diharapkan semakin mencintai serta melestarikan warisan leluhur, khususnya nilai adab dan tata krama yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Pakaian pesa’an dengan dominasi warna hitam, merah, dan putih mencerminkan karakter masyarakat Madura yang berani, tegas, dan sederhana. Sementara itu, kebaya marlena yang berwarna cerah dan pas di badan melambangkan keanggunan perempuan Madura.
"Kami ingin siswa dan siswi ini mecintai budayanya dan ini juga termasuk program kami yang berbasis kearifan lokal," ujar Nurhayati Eka.
Selain itu, pada peringatan Hardiknas 2026 ini juga menggelar deklarasi dan penandatangan anti narkoba sebagai wujud nyata memerangi narkoba dan melindungi masa depan generasi anak muda dari bahaya narkoba.
"Tujuannya dari deklarasi anti narkoba ini agar anak-anak paham tentang bahaya narkoba dan ikut pencegahan sedini mungkin utamanya di lingkungan sekolah ," ucapnya. (Moch. Sahid)
Editor : JTV Madura



















