MAGETAN - Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor. Sejumlah wilayah rawan bencana telah dipetakan, sementara pemerintah daerah mulai melakukan pembenahan infrastruktur sungai dan saluran air untuk mengantisipasi luapan saat hujan deras.
Wilayah dataran rendah seperti Kecamatan Kartoharjo dan Takeran menjadi kawasan yang perlu mewaspadai potensi banjir. Sementara itu, kawasan perbukitan di Kecamatan Poncol, Plaosan, dan Panekan memiliki kerawanan terhadap tanah longsor, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Untuk mengurangi risiko banjir, Pemkab Magetan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur. Di antaranya pembangunan dua sudetan di kawasan Seroko untuk mengarahkan aliran air dari Terung menuju Kali Sadon. Selain itu, saluran di belakang Samsat diperlebar dari sekitar dua meter menjadi lima meter guna meningkatkan kapasitas aliran air.
Penanganan saluran dan tanggul juga dilakukan di sejumlah titik, termasuk kawasan Baleasri hingga depan SMP Negeri Ngariboyo. Pekerjaan tersebut mendapat alokasi anggaran sekitar Rp1,3 miliar melalui Perubahan APBD 2026.
Kalaksa BPBD Magetan, Eka Radityo, mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di sekitar sungai dan lereng perbukitan, agar meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta memastikan saluran air tidak tersumbat serta segera melaporkan apabila menemukan retakan tanah atau tanda-tanda pergerakan lereng.
Editor : JTV Madiun























