TULUNGAGUNG - Kemeriahan perayaan Kemerdekaan Indonesia ke-79 juga dirasakan oleh pelajar SLBN Campurdarat Tulungagung. Pada Rabu siang (21/8) para pelajar dan guru SLBN Campurdarat membuat pertunjukan gelar karya.
Adapun pertunjukan gelar karya yang ditampil seperti pentas tari daerah, pantonim, hingga permainan alat tradisional angklung yang dilakukan oleh pelajar tuna rungu, tuna grahita, dan para guru.
Kepala SLBN Campurdarat Multazamah mengatakan gelar karya bertujuan agar pelajar bisa lebih percaya diri dan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.
“Ini acara P5 bertujuan untuk meningkatkan kompetensi karakter anak-anak sesuai dengan Pedoman Pancasila, selain itu untuk mengeksplor bakat siswa,” kata Multazamah Kepala SLBN Campurdarat.
Baca Juga : Realisasi PBB-P2 Menurun, Bupati Tulungagung Tekankan Optimalisasi Pajak Tahun 2025
Sementara itu, salah satu pelajar tuna rungu, Jelita mengaku sangat senang bisa menampilkan seni musik tradisional angklung. Karena pentas itu menjadi pengalaman pertamanya.
Meski memiliki keterbatasan, Jelita hanya membutuhkan 2 Minggu untuk bisa memainkan alat musik angklung bersama teman-temannya.
“Saya main angklung butuh waktu 2 Minggu, dan lancar tidak susah,” kata Jelita pelajar tuna rungu didampingi guru penterjemahnya.
Baca Juga : Bos K-Cunk Motor Bagikan Zakat untuk Ribuan Warga dan Kirim Bantuan ke Palestina
Dengan gelar karya yang dilakukan oleh pelajar SLBN Campurdarat diharapkan dapat memotivasi pelajar untuk selalu percaya diri dan mampu menembus keterbatasan. (Agus Bondan)
Editor : JTV Kediri