TULUNGAGUNG - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Tulungagung, Rabu (24/6). Mereka membawa 13 tuntutan yang menyoroti berbagai persoalan daerah hingga kebijakan nasional.
Dengan pengawalan aparat kepolisian, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi sambil membentangkan poster berisi tuntutan. Salah satu isu yang paling disoroti adalah persoalan pemadaman listrik yang belakangan dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah Tulungagung.
Mahasiswa mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kelistrikan. Mereka juga meminta adanya pendataan terbuka mengenai dampak dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan akibat gangguan pasokan listrik.
Koordinator aksi, Hendra Nurdiansyah, menilai dampak pemadaman listrik tidak hanya dirasakan masyarakat rumah tangga, tetapi juga pelaku usaha dan sektor pertanian yang bergantung pada pasokan listrik stabil.
Baca Juga : 96 Desa di Jombang Belum Punya Kopdes, Terkendala Lahan
"Banyak sektor yang terdampak. Karena itu kami meminta ada evaluasi dan transparansi terkait kerugian yang dialami masyarakat akibat pemadaman listrik," ujarnya.
Dalam orasinya, mahasiswa juga mengungkap temuan terkait kerugian yang dialami kelompok peternak ikan. Mereka menyebut ada peternak yang mengalami kerugian hingga Rp 1,8 miliar hanya dalam kurun waktu dua hari akibat terganggunya pasokan listrik.
Selain isu kelistrikan, mahasiswa turut menyoroti kualitas pelayanan publik di Tulungagung. Mereka meminta pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap layanan publik sekaligus memperkuat transparansi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca Juga : Dinas PUPR Ngawi Cek Struktur Bangunan Koperasi Desa Merah Putih
Tak hanya itu, sejumlah program pemerintah juga masuk dalam daftar tuntutan mahasiswa. Di antaranya evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta program KDMP yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.
Aksi yang berlangsung hingga sore hari tersebut berjalan tertib. Sebelum membubarkan diri, perwakilan mahasiswa melakukan dialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada DPRD Tulungagung serta pihak terkait.
Mahasiswa berharap seluruh tuntutan yang disampaikan tidak berhenti pada forum audiensi semata, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri

















