BOJONEGORO - Aksi lari lintas pulau bertajuk Run For River yang digagas komunitas Sungai Watch terus berlanjut. Memasuki hari ke-26 perjalanan dari Bali menuju Jakarta, tiga bersaudara penggagas gerakan ini tiba di Kabupaten Bojonegoro dan disambut antusias oleh pemerintah daerah serta ratusan relawan, Selasa (22/4/2026).
Rombongan pelari yang terdiri dari Sam Bencheghib, Gary Bencheghib, dan Kelly Bencheghib sempat tertahan hujan deras saat memasuki wilayah Bojonegoro pada Senin sore. Demi menjaga kondisi fisik, mereka beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan pada Selasa pagi menuju Pendopo Kabupaten Bojonegoro.
Selain berlari, perjalanan ini juga dimanfaatkan untuk melihat kondisi sungai di setiap daerah yang dilintasi, sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat dalam gerakan peduli lingkungan.
Kedatangan mereka disambut langsung oleh Setyo Wahono, Nurul Azizah, serta jajaran Dinas PU SDA dan DLH. Ratusan relawan dari pelajar hingga komunitas lari turut meramaikan kegiatan tersebut.
Baca Juga : Lintasi Pulau Demi Sungai Bersih, Run For River Disambut Meriah di Bojonegoro
Kegiatan dilanjutkan dengan lari bersama menuju Taman Bengawan untuk meninjau kondisi Sungai Bengawan Solo. Di lokasi ini, para relawan melakukan aksi bersih-bersih di bantaran sungai, sementara rombongan pelari bersama Wakil Bupati menyusuri aliran sungai.
Dalam keterangannya saat ditemui selasa malam(21/4/2026), ketiga penggagas Run For River mengajak masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan lari dan aksi lingkungan selama di Bojonegoro.
“Kami mengajak siapa saja yang ingin ikut berlari maupun bergabung dalam aksi bersih-bersih sungai di Bojonegoro. Kegiatan ini terbuka untuk umum sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan,” ujar Sam Bencheghib mewakili tim.
Baca Juga : Warga Drokilo Datangi Kejari Bojonegoro, Tuntut Kejelasan Kasus Dugaan Korupsi
Sebelum melanjutkan perjalanan, mereka juga akan mengikuti aksi bakti lingkungan bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam rangka memperingati Hari Bumi yang terbuka untuk umum.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa sungai memiliki peran penting sebagai salah satu sumber kehidupan masyarakat, sehingga keberadaannya harus dijaga bersama.
“Sungai merupakan salah satu sumber kehidupan bagi kita semua. Karena itu, mari kita jaga bersama agar tidak tercemar, sehingga dapat bermanfaat untuk semua" ujarnya.
Baca Juga : Peringatan Hari Kartini, Aksi Damai di Bojonegoro Gaungkan Kesetaraan Perempuan
Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menekankan bahwa persoalan sampah di sungai juga dipengaruhi kiriman dari daerah hulu, namun tetap perlu disikapi dengan langkah nyata.
“Sebagian sampah memang berasal dari hulu, tetapi upaya menjaga kelestarian sungai harus dimulai dari sekarang agar lingkungan tetap terjaga,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tidak berhenti pada momentum kegiatan, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (Nat)
Editor : JTV Bojonegoro


















