SURABAYA - Sebuah mobil Toyota Raize terbakar di Jalan Kertajaya Indah, Surabaya, Senin (9/2/2026) pagi.
Api meludeskan seluruh bodi mobil SUV tersebut. Beruntung, pengemudi mobil bernama Kristian, mahasiswa ITS selamat dari kejadian tersebut.
Peristiwa bermula saat mobil yang dikemudikan Kristian melaju dari arah Manyar menuju Kampus ITS Surabaya. Namun, saat melintas di lokasi kejadian, mobil mengeluarkan asap. Pengemudi yang diketahui merupakan seorang mahasiswa itu sempat membuka kap mobil dan mendapati api telah membakar bagian mesin depan.
Tidak berselang lama, api merembet ke bagian dalam mobil dan membakar interior kendaraan. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya yang tiba di lokasi langsung melakukan upaya pemadaman.
Komandan Regu Pos Damkar Menur Surabaya, Ahmad Syaiful Amri, menjelaskan bahwa kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada bagian mesin depan yang kemudian merembet ke bagian belakang kendaraan.
Ia menuturkan bahwa pihaknya menerima laporan adanya kebakaran mobil di kawasan Kertajaya dan langsung menuju lokasi kejadian dalam waktu sekitar lima menit. Dari hasil pemeriksaan sementara, api diketahui pertama kali muncul dari bagian depan mesin akibat dugaan gangguan kelistrikan.
Menurutnya, pemilik mobil sempat melihat adanya percikan api kecil di bagian kap mobil. Pengemudi kemudian keluar dari kendaraan dan berusaha memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, saat kap mobil dibuka, api justru semakin membesar.
“Penyebabnya diduga ada korsleting listrik di area depan mesin. Jadi, mobil awal terbakar dari bagian depan,” ujar Ahmad Syaiful Amri.
Ia menambahkan, “Pemilik mobil menyampaikan kepada kami bahwa awalnya hanya ada percikan kecil di bagian kap mobil. Setelah disemprot APAR dan kap dibuka, api justru semakin besar.”
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini karena pengemudi berhasil menyelamatkan diri sebelum api melahap sebagian besar kendaraan.
Akibat kebakaran tersebut, pemilik mobil ditaksir mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. (Yona Salma)
Editor : M Fakhrurrozi



















