KEDIRI - Puluhan tanaman hias anthurium tampil memukau dalam Kontes Anthurium yang digelar Komunitas Anthurium Kediri Raya (ANKER) di Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi para penghobi tanaman hias, tetapi juga menarik perhatian masyarakat yang datang untuk menyaksikan sekaligus mengabadikan keindahan berbagai jenis anthurium.
Sebanyak sekitar 80 tanaman hias dari berbagai daerah di eks Karesidenan Kediri ikut meramaikan kontes tersebut. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kediri, tetapi juga datang dari Tulungagung, Blitar, Trenggalek, hingga Nganjuk.
Dalam kompetisi ini, panitia membagi perlombaan ke dalam empat kategori, yakni Hookeri Pink Junior berukuran 0–15 sentimeter, Hookeri Pink Senior di atas 15 sentimeter, Hookeri Variegata All Size, dan Anthurium Mix All Size.
Salah seorang peserta sekaligus juara kategori Hookeri Pink Junior, Abdul Qowim, mengatakan anthurium memiliki keunggulan karena perawatannya relatif lebih mudah dibandingkan tanaman hias lain, seperti aglaonema. Menurutnya, tanaman ini lebih tahan terhadap cuaca panas sehingga lebih mudah dipelihara.
"Saya mengikuti dua kategori, yaitu Hookeri Pink Junior dan Hookeri Variegata All Size. Perawatannya lebih mudah karena anthurium lebih tahan panas dibanding tanaman hias lainnya," ujarnya.
Sementara itu, juri kontes, Fais Fatkulloh, menjelaskan penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yakni performa dengan bobot 30 persen, kesehatan tanaman 30 persen, dan karakter tanaman sebesar 40 persen.
"Karakter menjadi nilai terbesar karena menjadi ciri khas dan keunikan setiap tanaman yang dilombakan," katanya.
Panitia menilai prospek bisnis anthurium masih sangat menjanjikan. Selain memiliki nilai ekonomi, komunitas penghobi tanaman hias terus bertambah sehingga permintaan pasar dinilai tetap stabil.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap kontes tidak hanya menjadi ajang mencari tanaman terbaik, tetapi juga mempererat silaturahmi antarpecinta tanaman hias sekaligus mendorong perkembangan komunitas anthurium di Kediri Raya. (M. Zainurofi)
Editor : JTV Kediri



















