MAGETAN - Musim kemarau yang disertai cuaca panas berdampak pada produktivitas tanaman cabai rawit di Kabupaten Magetan. Petani di Desa Bogoarum, Kecamatan Plaosan, mengaku hasil panen musim ini menurun hingga hampir 50 persen dibandingkan musim tanam sebelumnya. Kondisi tersebut semakin memberatkan karena harga jual cabai di tingkat petani juga mengalami penurunan.
Hamparan tanaman cabai rawit di Desa Bogoarum masih tampak hijau meski berada di tengah musim kemarau. Namun, di balik kondisi tanaman yang masih tumbuh, hasil panen yang diperoleh petani jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah seorang petani cabai, Suratmi, mengatakan dari sekitar 3.000 batang cabai yang ditanam, hasil panen sebelumnya mampu mencapai 60 hingga 70 kilogram setiap kali panen. Kini, hasil panen hanya berkisar antara 30 hingga 35 kilogram.
"Hasil panen sekarang turun hampir separuh. Kalau dulu dari sekitar 3.000 batang bisa mendapatkan 60 sampai 70 kilogram sekali panen, sekarang hanya sekitar 30 sampai 35 kilogram," ujar Suratmi.
Baca Juga : Kopdes Pangkas Rantai Pasok, Petani Diproyeksi Raup Rp263 Triliun
Menurutnya, penurunan hasil panen terjadi bersamaan dengan merosotnya harga cabai di pasaran. Pada awal masa panen, harga cabai rawit sempat mencapai sekitar Rp70 ribu per kilogram. Namun saat ini harga turun menjadi sekitar Rp30 ribu per kilogram dan masih diperkirakan berpotensi kembali mengalami penurunan.
Kondisi tersebut membuat pendapatan petani ikut menyusut karena hasil panen yang berkurang tidak diimbangi dengan harga jual yang menguntungkan.
Suratmi menjelaskan bahwa perawatan tanaman dilakukan seperti musim tanam sebelumnya. Pemupukan dan pengairan tetap dilakukan secara rutin, sehingga ia menduga cuaca panas selama musim kemarau menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas tanaman.
Baca Juga : Musim Kemarau, Petani Madiun Perketat Pengendalian Hama Wereng Cokelat
"Perawatan tanaman tetap sama seperti biasanya. Pupuk dan penyiraman rutin dilakukan, tetapi hasil panennya tetap menurun. Kemungkinan cuaca yang terlalu panas ikut memengaruhi pertumbuhan dan produksi cabai," jelasnya.
Hingga kini, penyebab pasti menurunnya produktivitas cabai maupun anjloknya harga di tingkat petani belum dapat dipastikan. Para petani berharap kondisi cuaca segera membaik dan harga cabai kembali stabil sehingga usaha budi daya cabai rawit tetap memberikan keuntungan serta mampu menjaga keberlangsungan produksi pada musim tanam berikutnya.
Editor : JTV Madiun

















