KABUPATEN MADIUN - Musim kemarau membuat volume air di Waduk Dawuhan, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, terus menyusut. Kondisi ini memunculkan sejumlah lahan surutan di area genangan waduk.
Lahan yang sebelumnya terendam air tersebut kemudian dimanfaatkan sebagian warga untuk bercocok tanam secara musiman. Beragam tanaman ditanam, mulai dari padi, sayuran, hortikultura hingga palawija.
Petugas Operasional Waduk Dawuhan mencatat, sekitar 30 persen area genangan kini telah dimanfaatkan warga untuk kegiatan pertanian.
Namun, aktivitas tersebut sebenarnya tidak diperbolehkan. Area genangan merupakan bagian dari kawasan operasional waduk sehingga penggunaannya sebagai lahan pertanian dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak terhadap kondisi waduk.
Baca Juga : Kemarau, Air Waduk Dawuhan Tersisa 15 Persen, Distribusi Dihentikan
Petugas khawatir aktivitas pengolahan tanah di lahan surutan dapat meningkatkan sedimentasi dan mempercepat proses pendangkalan waduk.
“Kami sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa area genangan tidak diperbolehkan untuk kegiatan pertanian. Selain itu, kami juga melakukan penertiban, terutama pada lahan yang berada di sekitar bangunan utama waduk,” ujar Agung Wirasat, Petugas Operasional Waduk Dawuhan.
Petugas secara berkala melakukan pemantauan dan penertiban terhadap aktivitas warga. Pengawasan terutama difokuskan pada lahan garapan yang berada di dekat bangunan utama waduk.
Baca Juga : Razi Jelang Ramadan, Petugas Amankan Ratusan Ratusan Botol Miras
Sementara itu, warga yang masih memanfaatkan lahan surutan untuk bercocok tanam memilih area yang lokasinya lebih jauh dari bangunan utama.
Meski demikian, lahan tersebut hanya bersifat sementara. Ketika volume air Waduk Dawuhan kembali meningkat, area yang saat ini digunakan untuk bercocok tanam berpotensi kembali tergenang.
Petugas pun mengimbau masyarakat tidak mengolah maupun memanfaatkan area genangan waduk sebagai lahan pertanian, demi menjaga fungsi dan keamanan Waduk Dawuhan.
Editor : JTV Madiun



















