TRENGGALEK - Kemarau panjang berdampak pada sejumlah situs karst di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Hasil peninjauan bersama Kementerian Lingkungan Hidup menemukan penurunan volume air sungai bawah tanah di beberapa lokasi, bahkan hingga menyebabkan Air Terjun Pelang mengering.
Peninjauan dilakukan di empat lokasi, yakni Kalimati di Kecamatan Dongko, Air Terjun Pelang di Kecamatan Panggul, Gua Ngerit di Kecamatan Kampak, serta Goa Lowo di Kecamatan Watulimo.
Dari empat lokasi tersebut, kondisi Goa Lowo dinilai masih relatif terjaga. Fungsi kawasan karst di lokasi itu, terutama aliran sungai bawah tanahnya, masih berjalan dengan baik dibandingkan tiga lokasi lainnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Trenggalek menekankan pentingnya menjaga tutupan lahan di sekitar kawasan karst. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah sedimentasi tanah yang berpotensi mengganggu proses penyerapan air ke dalam gua.
Baca Juga : Baru Berdiri 2025, D’Son Futsal Academy Trenggalek Langsung Sabet Juara AAFI League KU-13
Sekretaris DLH Trenggalek Ariyoga Widyasetyo Wahono menyampaikan bahwa perlindungan kawasan karst perlu dilakukan melalui pengelolaan ekosistem yang tepat. Pemerintah daerah juga mendorong identifikasi ulang cakupan ekosistem karst sebagai dasar penyusunan kebijakan perlindungan dan pemanfaatannya.
Pemkab Trenggalek menargetkan peraturan daerah (perda) tentang perlindungan dan pemanfaatan karst dapat direalisasikan pada 2027.
Berdasarkan data DLH Trenggalek, wilayah yang berpotensi menjadi kawasan karst mencapai sekitar 53 ribu hektare. Namun, hasil harmonisasi data menunjukkan luasan sekitar 23 ribu hektare.
Baca Juga : Anggaran Kabupaten Trenggalek 2027 Diproyeksikan Mampat, Hanya Menyentuh Rp 1,76 Triliun
Untuk mendukung pendataan tersebut, tim Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dijadwalkan berkunjung ke Trenggalek pada 28–29 Oktober 2026.
Pendataan dan identifikasi ulang kawasan karst diharapkan menjadi dasar untuk memperkuat upaya perlindungan ekosistem, terutama dalam menjaga fungsi kawasan sebagai penyimpan dan pengatur ketersediaan air di tengah ancaman kemarau panjang. (Moch. Herlambang)
Editor : JTV Kediri























