NGANJUK - Musim kemarau panjang yang melanda Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, justru membawa berkah bagi petani semangka. Selain hasil panen meningkat, nilai jual hasil panen tahun ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut dirasakan sejumlah petani semangka di Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. Pada musim panen tahun ini, produktivitas semangka mencapai 21 ton per hektare, meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar 15 ton per hektare.
Salah seorang petani semangka, Suroso, mengatakan kondisi cuaca selama musim kemarau tahun ini cukup mendukung pertumbuhan tanaman.
Tak hanya jumlah panen, nilai penjualan hasil panen juga mengalami kenaikan. Jika tahun sebelumnya hasil panen satu hektare lahan dihargai sekitar Rp5 juta, tahun ini nilainya mencapai Rp7 juta.
Menurut Suroso, buah semangka yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik dengan ukuran lebih besar. Bobot setiap buah bahkan bisa mencapai empat kilogram. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat hasil panen tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan musim sebelumnya.
“Panen tahun 2026 ini hasil lebih baik dari tahun lalu. Harganya juga bagus bisa mencapai Rp7 juta satu hektar. Selisih harganya satu sampai dua juta dibanding tahun lalu,” ujar Suroso.
Kualitas semangka asal Nganjuk juga menarik minat pembeli dari luar daerah. Salah satunya Kalam, pembeli yang datang langsung dari Jawa Tengah untuk mendapatkan hasil panen semangka petani setempat.
Ia mengaku memilih semangka dari Nganjuk karena kualitas buahnya dinilai bagus. Sementara itu, pasokan semangka di daerah asalnya sedang terbatas. Kalam bersyukur melimpahnya hasil panen diikuti nilai jual yang juga meningkat.
“Semangka disini jos gandos. Kualitasnya bagus. Alhamdulillah, naik gaji,” ujarnya tertawa.
Dengan hasil panen yang meningkat dan nilai penjualan yang lebih baik, para petani berharap kondisi serupa bisa kembali terjadi pada musim tanam tahun depan. Mereka berharap produktivitas tetap terjaga sehingga usaha pertanian semangka dapat memberikan hasil yang menguntungkan dan terhindar dari kerugian. (*)
Editor : A. Ramadhan























