TRENGGALEK - Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman infeksi saluran pernapasan akut. Imbauan ini dikeluarkan menyusul ditemukannya lonjakan kasus yang cukup signifikan di wilayah setempat.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons, tercatat sebanyak 12.809 kasus terdeteksi hingga minggu ke-36 tahun ini. Tren kenaikan grafik mulai terlihat sejak minggu ke-30 dan menyebar di berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Penularan dilaporkan berisiko tinggi terjadi di dalam area keluarga ketika salah satu anggota rumah tangga terinfeksi. Dari 22 puskesmas di Trenggalek, beberapa wilayah bahkan mencatatkan angka penderita hingga melampaui seribu kasus.
Beberapa wilayah puskesmas dengan catatan kasus tergolong tinggi antara lain Puskesmas Tugu, Gandusari, Karangan, Munjungan, dan Dongko.
Baca Juga : Kasus ISPA Tembus 12 Ribu, Dinkes Trenggalek Minta Warga Waspadai Penularan Klaster Keluarga
Plt Kepala Dinas Kesehatan Trenggalek Andiek Muarifin menjelaskan bahwa infeksi pernapasan tersebut dapat dipicu oleh mikroorganisme seperti virus dan bakteri. Gejala umum yang kerap dialami penderita meliputi pilek, batuk, sakit tenggorokan, hingga demam.
"Kami terus melakukan pemantauan, edukasi, serta upaya promotif dan preventif melalui puskesmas dan rumah sakit. Jika terjadi lonjakan kasus di wilayah tertentu, surveilans akan dilakukan untuk mengetahui pola penyebarannya," terang Andiek Muarifin.
Masyarakat diimbau untuk konsisten menjaga daya tahan tubuh serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Penggunaan masker saat bergejala, kebiasaan mencuci tangan memakai sabun, serta penerapan etika batuk menjadi langkah vital untuk memutus rantai penularan.(Simon Bagus / Mochammad Herlambang)
Editor : JTV Kediri


















