NGAWI - Jengah karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki, warga Dusun Kesongo, Desa Kedungputri, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, menanam pohon pisang di lokasi jalan rusak yang menjadi penghubung antar kecamatan. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang belum mengambil tindakan perbaikan. Terlebih, kondisi jalan yang rusak parah ini telah menyebabkan beberapa pengendara mengalami kecelakaan hingga mengalami luka-luka.
Sejumlah warga setempat mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama rusak tanpa adanya perbaikan. Diameter lubang di ruas jalan penghubung Kecamatan Paron dan Kecamatan Gerih ini cukup dalam. Saat hujan turun, genangan air menutupi lubang, sehingga membahayakan pengendara, terutama pengendara sepeda motor yang sering terjatuh akibat tak bisa melihat lubang yang tersembunyi di permukaan jalan.
Menurut salah seorang warga, Hendro, beberapa titik di sepanjang jalan desa tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Bahkan, dalam sebulan terakhir, sudah beberapa kali terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang. Keadaan ini sangat merugikan masyarakat, karena banyak korban yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan.
Warga setempat menegaskan bahwa aksi protes dengan menanam pohon pisang ini akan terus dilakukan hingga ada perhatian dari pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan. Selain sebagai bentuk protes, pohon pisang yang ditanam juga berfungsi sebagai tanda bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintas di ruas jalan tersebut.
Baca Juga : Bulan Ramadan dan Lebaran Bawa Berkah bagi Produsen Coklat Tempe di Ngawi
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan yang rusak demi keselamatan dan kenyamanan warga serta pengguna jalan lainnya.
Editor : JTV Madiun