TUBAN - Di tengah maraknya jajanan modern yang mengandung bahan pengawet, Hadi Suminto dan Anip Munadiroh, pasangan suami istri dari Desa Gedongombo, Tuban, sukses mengolah buah siwalan menjadi jenang tradisional khas Tuban.
Dengan cita rasa khas dan manis alami, jenang siwalan ini sukses menarik minat tak hanya dari pasar lokal, tetapi juga pembeli dari luar negeri.
Proses pembuatan jenang siwalan dimulai dari pengupasan buah siwalan, yang kemudian dibersihkan, diblender, dan dimasak perlahan dengan api kecil, gula merah juga ditambahkan untuk merubah warna menjadi merah kecoklatan.
Setelah matang, jenang didinginkan dan dibungkus dalam kemasan plastik kecil berbentuk lonjong, lalu dimasukkan ke dalam besek dari daun pohon siwalan, yang memberikan tampilan yang khas dan tradisional.
"Meskipun melalui proses yang sama dengan jenang pada umumnya, tapi jenang siwalan ini memiliki tekstur yang berbeda," ungkap Hadi.
Hadi menjelaskan bahwa ide pembuatan jenang siwalan muncul di masa pandemi COVID-19 pada 2020, ia memanfaatkan buah siwalan yang banyak tumbuh di lingkungan sekitar.
Berkat ide kreatifnya, jenang siwalan miliknya kini dapat menghasilkan omzet Rp 9 juta sebulan, dengan dijual dalam dua varian kemasan, kemasan kecil berisi 20 biji seharga Rp 20.000, dan kemasan besar berisi 50 biji seharga Rp 40.000.
“Pembuatan jenang ini tanpa bahan pengawet, mungkin karena rasanya yang unik jadi banyak peminatnya bahkan sering dijadikan oleh-oleh,” ujar Hadi.
Sementara, Kiswati, pelanggan Jenang Siwalan mengaku awalnya hanya mencoba karena terdengar unik, namun karena rasanya yang khas dan enak dirinya selalu menjadikan Jenang Siwalan sebagai oleh-oleh saat pulang kampung.
"Rasanya khas banget, walaupun diolah menjadi jenang rasa khas siwalannya itu tetap terasa. Sekarang setiap mau pulang kampung harus bawa ini, karena keluarga di kampung juga suka," ungkap Kiswati.
Jenang siwalan buatannya dijual di toko oleh-oleh dan tempat wisata di Tuban, serta dipasarkan secara online melalui media sosial. Tak hanya populer di pasar lokal, jenang siwalan khas Tuban ini juga berhasil menarik minat pembeli di luar negeri, seperti Arab Saudi dan Hong Kong.
Dengan bahan alami dan proses tradisional, jenang siwalan khas Tuban bukan hanya mengobati kerinduan akan cita rasa autentik, tapi juga menjadi oleh-oleh unik yang siap diperkenalkan ke pasar internasional.(Dziky Muhamad/Khusni Mubarok/Selvina Apriyanti)
Editor : Iwan Iwe