Menu
Pencarian

Jembatan Putus, 14 Pelajar di Probolinggo Tak Bisa Sekolah

Farid Fahlevi - Senin, 10 Februari 2025 10:10
Jembatan Putus, 14 Pelajar di Probolinggo Tak Bisa Sekolah
Para guru dan komite sekolah SDN Karangren 2 mendatangi rumah siswa-siswi guna memastikan kondisi mereka pascabencana.

PROBOLINGGO - Dampak putusnya jembatan akibat banjir bandang di Dusun Gilih, Desa Seboro, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, membuat 14 siswa SDN Karangren 2 terpaksa tidak bisa masuk sekolah.

Kondisi ini mendorong para guru dan komite sekolah untuk mendatangi rumah-rumah siswa guna memastikan kondisi mereka pasca bencana. Untuk menuju ke rumah siswa, para guru harus menggunakan perahu karet.

Kepala SDN Karangren 2, Syaiful Ansyori, mengatakan pihaknya berencana mengevakuasi 14 siswa tersebut ke dusun sebelah yang lebih dekat dengan sekolah agar mereka tetap bisa mengikuti pelajaran.

“Rencananya kami akan mengevakuasi mereka ke dusun sebelah, itupun kalau mereka mau dan orang tua merestui,” ujar Syaiful.

Baca Juga :   Polri Apresiasi Masyarakat dan Relawan Kirim Bantuan ke Lokasi Bencana di Sumatera

Namun, tidak semua siswa setuju dengan rencana evakuasi tersebut. Sebagian anak menolak karena merasa tidak nyaman jika harus tinggal di rumah orang lain. 

Sebagai alternatif, pihak sekolah menyiapkan opsi pembelajaran daring (online) seperti yang diterapkan saat pandemi COVID-19.

“Kami ada solusi yang kedua, yakni kembali menggunakan sistem daring seperti masa COVID-19, agar anak-anak tetap menerima hak belajar, apalagi untuk siswa kelas 6 yang akan menghadapi ujian dan persiapan kegiatan Ramadhan,” jelas Syaiful.

Baca Juga :   Banjir Lahar Kikis Jalan dan Tanggul di Lumajang

Sementara itu, Minara, siswi kelas 3 SDN Karangren 2, mengaku rindu suasana sekolah setelah beberapa hari terpaksa libur akibat terputusnya akses jalan.

“Saya ingin sekolah lagi, agar cepat pintar dan tidak tertinggal pelajaran,” ucap Minara dengan mata berbinar.

Sebelumnya, banjir bandang yang melanda wilayah ini menyebabkan jembatan penghubung antar dusun putus, membuat sekitar 90 kepala keluarga di Dusun Gilih terisolasi. (Najla Lailatun)

Baca Juga :   2.228 Jiwa Terdampak Banjir di Malang Selatan, Polisi dan BPBD Dirikan Posko

Editor : M Fakhrurrozi






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.