Kuyank berhasil menembus satu juta penonton setelah 30 hari tayang sejak dirilis pada 29 Januari 2026. Film produksi Dari Hati Film (DHF) ini menjadi salah satu tontonan horor terlaris di awal tahun.
Film yang merupakan bagian dari Semesta Horor Saranjana: Kota Gaib (2023) ini diadaptasi dari urban legend Kalimantan. Produser sekaligus sutradara Johansyah Jumberan mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan penonton di seluruh Indonesia. Satu juta penonton dalam 30 hari adalah pencapaian luar biasa bagi kami,” ujar Johansyah Jumberan.
Performa Harian Masih Kuat
Tak hanya unggul secara total perolehan, performa harian Kuyank juga masih impresif. Film ini menempati posisi kedua jumlah penonton harian terbanyak pada 27 Februari 2026 dengan tambahan 17.920 penonton (+10,96 persen), sehingga total penontonnya mencapai 1.006.040.
Dilansir dari akun Twitter pemerhati film @cinepoint_, berikut enam film dengan jumlah penonton harian terbanyak pada 27 Februari 2026:
Angkat Budaya Kalimantan
Film ini melakukan proses syuting di berbagai lokasi di Kalimantan dengan sekitar 50 persen dialog menggunakan bahasa Banjar. Produksi juga melibatkan banyak talenta lokal, termasuk musisi Jeff Banjar yang mengisi soundtrack.
Dibintangi oleh Putri Intan, Ochi Rosdiana, dan Rio Dewanto, bersama pemain lokal, film ini memadukan unsur horor dengan drama keluarga yang kuat. Ceritanya menyoroti perjuangan perempuan dalam menghadapi tekanan budaya, adat, serta tuntutan untuk memiliki keturunan
Sinopsis Film Kuyank
Masih berada dalam semesta Saranjana, tepatnya tujuh tahun sebelum petualangan menuju kota mistis tersebut, kisah ini bermula dari cinta sederhana di sebuah desa terpencil.
Badri, pria kaya, jatuh hati pada Rusmiati, gadis desa yang polos. Cinta mereka tumbuh cepat hingga Badri melamar Rusmiati tak lama setelah ibunya meninggal dunia. Namun pernikahan mereka terhalang kepercayaan adat dan penolakan keluarga.
Beberapa tahun setelah menikah, rumah tangga mereka mulai diguncang karena Rusmiati tak kunjung dikaruniai anak. Ibu mertua terus mendesak Badri untuk menikah lagi demi mendapatkan keturunan.
Meski Badri berusaha menguatkan istrinya, tekanan yang datang bertubi-tubi membuat Rusmiati terpuruk. Ia kembali ke rumah acilnya dan secara tak sengaja mengetahui rencana bahwa Badri akan dinikahkan dengan Fauziah sebagai istri kedua.
Takut kehilangan cinta satu-satunya, Rusmiati memilih jalan gelap dengan mempelajari ajian kuyang. Ia ingin tetap cantik dan memikat di mata suaminya. Namun keputusan itu justru membawa malapetaka.
Desa mereka diteror setiap malam. Bayi dan ibu hamil menjadi korban. Rahasia kelam Rusmiati akhirnya terbongkar, dan warga menuntut pertanggungjawaban.
Badri pun dihadapkan pada pilihan pahit: menyelamatkan istrinya dari amukan massa atau melepaskan cinta yang telah berubah menjadi kutukan.
Keberhasilan Kuyank menembus satu juta penonton dalam satu bulan menjadi sinyal positif bagi industri film nasional, sekaligus menegaskan bahwa cerita berbasis mitologi dan urban legend Nusantara masih memiliki magnet besar di layar lebar Indonesia. (Dea Angelina)
Editor : Iwan Iwe



















