Menu
Pencarian


Harga Timun di Magetan Naik hingga Rp18 Ribu per Kilogram, Hasil Panen Petani Justru Menyusut

JTV Madiun - Selasa, 28 Juli 2026 14:51
Harga Timun di Magetan Naik hingga Rp18 Ribu per Kilogram, Hasil Panen Petani Justru Menyusut
Harga Timun di Magetan Naik hingga Rp18 Ribu per Kilogram, Hasil Panen Petani Justru Menyusut

MAGETAN - Kenaikan harga timun di tingkat petani membawa angin segar bagi petani di Kabupaten Magetan. Namun, peningkatan harga tersebut belum sepenuhnya mampu menutupi penurunan hasil panen yang terjadi pada musim tanam kali ini. Petani menduga cuaca yang lebih panas menjadi penyebab utama menurunnya produktivitas tanaman.

Kondisi tersebut dialami petani timun di Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan. Pada musim panen tahun ini, harga timun di tingkat petani mencapai sekitar Rp10.000 per kilogram. Bahkan sekitar sepekan lalu, harga sempat menyentuh Rp18.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding musim panen sebelumnya yang umumnya hanya berkisar di bawah Rp6.000 per kilogram.

Meski harga jual mengalami kenaikan cukup signifikan, hasil panen justru mengalami penurunan. Dari sekitar 3.500 tanaman timun yang dibudidayakan, pada musim panen tahun lalu petani mampu menghasilkan sekitar 3 hingga 4 ton timun. Sementara pada musim panen kali ini, produksi diperkirakan hanya mencapai 2 hingga 3 ton.

Salah seorang petani timun, Mbah Kletong, mengatakan kondisi tanaman pada musim tanam kali ini tidak sebaik tahun sebelumnya. Menurutnya, jumlah buah yang dihasilkan lebih sedikit meskipun perawatan tanaman tetap dilakukan secara maksimal.

Baca Juga :   Musim Kemarau, Petani Madiun Perketat Pengendalian Hama Wereng Cokelat

"Pertumbuhan tanaman tahun ini kurang maksimal. Buah yang dihasilkan lebih sedikit dibanding musim sebelumnya, padahal pemupukan maupun kebutuhan air tidak mengalami kendala," ujar Mbah Kletong.

Ia menduga suhu udara yang lebih panas selama masa pertumbuhan tanaman menjadi salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas timun. Kondisi tersebut menyebabkan perkembangan tanaman tidak optimal sehingga hasil panen mengalami penurunan.

Meski demikian, tingginya harga jual di tingkat petani sedikit membantu menutupi berkurangnya jumlah produksi. Namun, petani berharap kondisi cuaca pada musim tanam berikutnya lebih bersahabat agar produktivitas kembali meningkat.

Baca Juga :   Harga Timun di Magetan Naik hingga Rp18 Ribu per Kilogram, Hasil Panen Petani Justru Menyusut

"Dengan cuaca yang lebih baik, kami berharap hasil panen bisa kembali normal sehingga keuntungan yang diperoleh petani juga lebih maksimal," katanya.

Petani berharap kondisi iklim pada musim tanam mendatang lebih mendukung pertumbuhan tanaman. Selain harga yang tetap stabil, mereka juga menginginkan hasil panen kembali meningkat sehingga pendapatan petani timun dapat lebih optimal.

Editor : JTV Madiun






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.