NGAWI - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi memberikan perhatian serius terhadap kelengkapan kendaraan serta edukasi tertib berlalu lintas, khususnya bagi kalangan pelajar. Langkah ini dilakukan menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar di wilayah Kabupaten Ngawi.
Kegiatan pemeriksaan dan edukasi dilakukan di sejumlah sekolah, salah satunya di SMK Negeri 1 Sine. Petugas Satlantas melakukan pengecekan langsung di area parkir sekolah dengan fokus pada kelengkapan dan standar kendaraan yang digunakan para siswa.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas masih menemukan banyak kendaraan siswa yang tidak memenuhi standar keselamatan. Pelanggaran yang ditemukan di antaranya penggunaan knalpot brong, tidak terpasangnya spion, tidak menggunakan helm, serta kendaraan tanpa pelat nomor.
Menanggapi temuan tersebut, Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Satlantas Polres Ngawi, Ipda Sugianto, mengatakan bahwa saat ini pihak kepolisian masih mengedepankan pendekatan edukatif.
“Untuk sementara, siswa yang melanggar kami berikan sanksi berupa teguran lisan. Tujuan utama kami adalah memberikan edukasi agar siswa memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujar Ipda Sugianto.
Ia menambahkan, Satlantas Polres Ngawi juga menjalin koordinasi dengan pihak sekolah, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK), agar siswa segera melengkapi kendaraan sesuai standar yang berlaku.
“Jika ke depan masih ditemukan kendaraan siswa yang tidak sesuai standar, kami akan memanggil orang tua siswa untuk ditindaklanjuti bersama pihak sekolah,” tegasnya.
Ipda Sugianto menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari pencegahan dini untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar. Berdasarkan data kepolisian, kasus kecelakaan lalu lintas di Ngawi masih tergolong cukup tinggi, dengan pelaku maupun korban didominasi usia pelajar.
Melalui kegiatan edukasi dan pengawasan kendaraan ini, Satlantas Polres Ngawi berharap kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan pelajar dapat meningkat, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.
Editor : JTV Madiun



















