LUMAJANG - Sekitar 60 hektar lahan persawahan di Desa Labruk Lor, Kecamatan Lumajang, dibiarkan mangkrak akibat serangan hama tikus yang tak terkendali.
Serangan ini terjadi selama setahun terakhir, menyebabkan petani mengalami gagal panen hingga tiga kali musim tanam berturut-turut.
“Saya sudah dua kali gagal panen karena hama tikus,” kata Agus, salah satu petani setempat.
Dari total 96 hektar lahan pertanian di wilayah tersebut, hanya 36 hektar yang masih ditanami meskipun hasil panennya tetap terancam gagal. Sementara 60 hektar lainnya dibiarkan gersang dan dipenuhi semak belukar.
Beberapa petani memanfaatkan lahan kosong tersebut untuk menggembala ternak dan mencari rumput.
Ketua Kelompok Tani setempat, Abdul Ghofur, mengatakan serangan hama tikus mulai terjadi sejak tahun kemarin atau tiga kali musim tanam.
“Selama ini sudah diobati, di kompor tikus, dan diasap tapi tetap tidak terkendali hama tikus nya,” ungkapnya.
Akibat serangan hama tikus, petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Setiap satu hektar lahan membutuhkan modal sekitar Rp15 juta untuk biaya tanam. (Najla Lailatun)
Editor : M Fakhrurrozi