MALANG - Harga cabai rawit di pasaran Kota Malang kini tembus Rp100.000 per kilogram. Namun dibalik mahalnya harga, petani justru mengaku biaya perawatan membengkak, akibat hujan yang setiap hari mengguyur wilayahnya.
Hal itu diungkapkan Sunarto, salah satu petani cabai di kawasan Lesanpuro,Kedungkandang, Kota Malang. Sunarto mengaku senang karena harga cabai rawit mencapai Rp90.000 per kilogram. Hanya berselisih Rp 10.000 dari harga pasar yang mencapai Rp100.000.
Namun dibalik keuntungan itu, Sunarto menguras banyak keringat. Hujan yang turun hampir setiap hari, membuat tanaman cabainya rentan terserang jamur.
“Kalau dari petani sangat diuntungkan, karena harga yang tinggi. Tapi, karena musim hujan ini, hama juga sangat banyak. Karena hujan, perkembangannya hama sangat cepat. Jadi kekurangan petani ya bagaimana cara kita mengatasi hama tersebut,” jelasnya.
Baca Juga : Cabai Rawit Mahal, Petani Magetan Terpaksa Panen Dini Akibat Tanaman Layu
Jika pada musim kemarau penyemprotan cukup dilakukan satu kali dalam sepekan, menurutnya saat musim hujan frekuensi tersebut meningkat menjadi 2 hingga 3 kali seminggu.
Dari sisi produksi, lahan seluas dua ribu meter produksi, dapat menghasilkan 350 kilogram sekali panen saat puncak musim. Namun, di butuhkan 9 sampai 11 kali panen untuk mencapai masa puncak tersebut. (Nata Renata)
Editor : M Fakhrurrozi



















