LUMAJANG - Potensi bencana hidrometeorologi mengancam sejumlah wilayah di Lumajang seiring perubahan iklim di musim penghujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang telah mencatat beberapa wilayah rawan bencana, di antaranya tanah longsor, banjir genangan, banjir rob, dan banjir lahar Gunung Semeru.
Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudi Cahyono, menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan desa dalam menghadapi potensi bencana.
"Koordinasi dari pihak desa atau kecamatan di mana ada potensi-potensi bencana yang ada di wilayah Lumajang dan BPBD sendiri selalu siaga, terutama di saat musim penghujan. Sudah mengeluarkan SK dari beliau Pj Bupati, SK Siaga Darurat Hidro mulai tanggal 9 November 2024 sampai 12 Februari 2025," jelas Yudi.
BPBD Lumajang telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan bencana hidrometeorologi sebagai berikut:
Tanah Longsor dan Pohon Tumbang: Kecamatan Senduro (Desa Argosari, Ranu Pani, Burno) dan jalur Piket Nol di Kecamatan Candipuro hingga Pronojiwo.
Banjir Genangan: Kecamatan Rowokangkung, Sukodono, Kedungjajang, Pasirian, dan Yosowilangun.
Banjir Lahar Gunung Semeru: Sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Semeru, termasuk DAS Curah Koboan, DAS Sungai Glidik, DAS Sungai Besuk Sat, DAS Sungai Rejali, serta Kecamatan Pronojiwo, Candipuro, Pasirian, dan Tempeh.
Banjir Rob: Kecamatan Tempursari.
Untuk mengantisipasi dampak bencana, BPBD Lumajang telah menempatkan relawan di wilayah-wilayah rawan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan. Relawan bertugas memantau dan melaporkan perkembangan di lokasi masing-masing secara berkala.
Pj Bupati Lumajang juga telah mengeluarkan Surat Keputusan Siaga Darurat Hidrometeorologi sebagai langkah resmi menghadapi ancaman bencana di musim penghujan ini. Surat keputusan tersebut menetapkan status siaga darurat mulai 9 November 2024 hingga 12 Februari 2025.
Dengan langkah-langkah mitigasi ini, pemerintah berharap mampu meminimalisir dampak bencana yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat. (Yongki Nugroho/Dhelfia Ayu)
Editor : Iwan Iwe